Mungkin selama ini kita mengira bahwa untuk menjadi berkat bagi orang lain adalah orang-orang yg dalam keadaan baik, banyak uang, sempurna, terpandang dan berpengaruh. Mungkin persepsi ini ada di dalam pikiran kita setiap manusia. Bahkan ada beberapa dari kita yg mungkin merasa dirinya tidak sempurna, tidak diberkati, tidak kaya , DLL enggan untuk menjadi berkat untuk orang lain.
Sobat, taukah kamu bahwa untuk menjadi berkat bagi sesama tidak perlu kaya, dalam keadaan baik2 saja, terpandang, DLL???
Suatu hari aku melihat temanku membawa sebuah novel yg menurutku novel itu cukup terkenal dan sudah lama beredar di masyarakat. Sebenarnya aku agak telat baca novel itu, tapi tetap saja novel itu menarik perhatianku. Akhirnya aku putuskan untuk meminjam novel tersebut. Lembar demi lembar aku baca. Kisah demi kisah aku mulai rasakan. Dan satu hal berharga yg aku dapat dr novel tersebut. Tahukah kamu apa itu?
Ya, Kisah dalam novel itu mengajariku bahwa untuk menjadi berkat bagi sesama tidak harus dalam keadaan BAIK. Bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun kita bisa menjadi berkat untuk mereka. Novel itu mengisahkan tentang seorang gadis yg terkena penyakit kanker ganas juga langka diusia mudanya. Ia banyak mengalami penderitaan, baik itu berupa rasa sakit yg sangat luar biasa seperti tertimpa bumi, tidak dapat sekolah karna kelemahan fisik yg dialami, kehilangan rambut yg selama ini menjadi mahkotanya, dan masih banyak lagi penderitaan yg tak bisa kutulis hingga membuatku meneteskan air mata saat membaca novel tersebut.
Namun, tahukah kamu, walaupun dalam keadaan terpuruk sekalipun ia bisa menjadi berkat untuk sesama, bahkan untuk masyarakat dunia? Melalui apa?! Penyakit yg ia derita. Penyakit yg mematikan bagi manusia dan tak ada obatnya justru Tuhan pakai untuk memberkati orang lain. Jangan teman-teman berfikir bahwa berkat itu hanya berupa uang semata atau harta benda. Tidak, sobat. Kau salah besar jika berfikir demikian. Penyakitnya banyak dipakai untuk penelitian para dokter ahli dari berbagai negara yg nantinya hasilya banyak menolong orang lain yg juga terkena penyakit tersebut.
Itulah yg kumaksud, sobat. Bahkan dalam keadaan terpurukpun Tuhan bisa pakai kita untuk memberkati orang lain, mungkin tanpa kita sadari. So, janganlah pernah kecewa apalagi putus asa dengan keadaanmu yg sekarang. Ingatlah Bahwa Ia, Bapa kita, turut bekerja dalam SEGALA sesuatu, apakah itu baik atau buruk, untuk mendatangkan kebaikan. Apapun keadaan kita, apakah itu terpuruk, tidak terpandang, tidak kaya, dan sebagainya, Ia tetap memakai kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Tetap bersyukur dan jadilah berkat.
:-)
Senin, 21 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
Ingin ku tahu... Tapi ku enggan bertanya Karna ku takut Jawabmu kan menyakitkanku...
-
Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar