Life must go on.
Kehidupan harus terus berlanjut. aku gak bisa terus disini saja meratapi kesedihan dan terus menerus menangisi yang telah pergi.
Ku coba tuk membunuh waktu dan menikam setiap kenangan yang pernah tergores oleh pena asmara bersamanya. Seribu pasti itu sulit sekali, tapi harus ku lakukan semampu yang ku bisa. Walau terkadang bayangnya terus melintas di pikiranku dan seketika itu air mata menjadi tamu tak di undang di pipiku, aku mencoba tuk bangkit mentap kedepan.
Lepaskan ia yang ingin pergi dan ku hanya mengiringi nya dengan doa. bilamana suatu saat nanti ia ingin kembali - ini adalah hal yang sangat mustahil- aku pun belum tahu apa yang harus ku lakukan karna menurutku itu suatu ketidakmungkinan.
Sama seperti burung. kita tak bisa menahannya terbang di atas kepala kita tapi kita bisa menghalaunya saat hinggap di kepala kita. Begitupun kenangan. kita tak bisa menahan kenangan muncul di pikiran kita tapi kita bisa mengusirnya agat tidak bersemayam di pikiran kita.
Selamat jalan. Selamat tinggal.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
5 Januari 2017. Ku terdiam dalam hiruk - pikuk kota. Mengamati setiap insan yg berlalu - lalang Dipinggir jalan, di bawah halte, siang ...
-
Bingung hendak menulis apa di blog ini. Orang-orang berkata jika hendak menulis, tulislah apa yg ada dalam hati maupun pikiranmu. Namun seka...