Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak berbeda dibanding TBP2 yg pernah dilakukan sebelumnya karna kali ini kita tidak hanya melakukan Persekutuan Doa (PD) tapi kita juga langsung m'aplikasikan tema kita yaitu dengan membagikan apa yg kita punya kepada sesama. Yg aku tahu konsep seperti ini baru pertama kali dilakukan di TBP.
TBP di mulai dengan PD pada jam 16.30 setelah barang2 yg akan kita bagikan sudah dikumpul dr 2 hari yg lalu. Tapi sayangnya aku tidak dapat mengikuti PD karna hrs "Share to PKK" before "share to others". hehehe (maap yg tono-lamsa kita bolos TBP). Setelah itu, aku dan PKKku, kami pergi ke PMK karna share to others-nya akan segera dimulai. Aku bersama Tono temennya Lamsa, k'Tina si kacamata, k'Irene yg caem, dan Jojo gitarisku kami menyiapkan barang2 yg akan kita bagikan ke orang2 yg membutuhkan. Kami pun akhirnya pergi setelah selesai menyiapkan semuanya dan pastinya doa dulu.
Dalam perjalanan inilah aku banyak belajar ttg "share to others" yg sesungguhnya. Betapa tidak, dari awal keluar dr kampus kita harus mau korban dengan jalan kaki menuju BPKP (tmp target kita membagikan sembako). Rasa lelah setelah kuliah, rasa capek karna hrs berjalan jauh, rasa pegal karna barang yg kita bawa berat2, dan perasaan lain yg menyelimuti kita sama sekali tidak memadamkan api untuk membagikan sembako kepada mereka yg butuh. Awalnya kami sempat bingung kemana kami akan kasih sembako2 ini. Kami melihat ada tmp2 kumuh tapi rasa takut menyelimuti kami untuk kesana, apa respon mereka, atau apa yg akan mereka lakukan pada kami.
"Lu gih yg masuk, nanya."
"Gak akh gw takut"
"Sama aku juga takut kak"
"Ywdh tono aja, tono kan cowo." Akhirnya tono masuk. eehhmmm, ternyata itu bukan tempatnya. Kamipun melanjutkan perjalanan. Begitu tiba di BPKP kami langsung di kerubutin oleh ibu2 dan anak2 yg meminta2 kepada kami. Sebenernya kami bukannya tidak mau kasih tapi tujuan kami adalah yg ada di rumah2 kumuh. Namun sepanjang kami melewati rumah2 kumuh kami belum menemukan orang yg cocok. Tapi karna begitu banyaknya orang yg mengerubutin kami, akhirnya mereka kami berikan sesuatu.
"Tuhan tunjukkan orang2 yg tepat untuk kami beri"
Tidak lama kami berjalan, seorang ibu paruh baya, pakaian'y kotor, mukanya terlihat lesu, terlihat sedang merenung di dpn rumahnya yg sangat kecil sekali. Kamipun menghampiri ibu tersebut.
"Selamat sore ibu, Kami dr UNJ tepatnya dr PMK. iya ibu, dalam rangka menyambut natal kami ingin membagikan sebagian dr yg kami punya kepada orang2 sekitar kami." kata k'Tina memulai perkenalan. Sesekali kita coba jelaskan apa itu natal dan siapa Yesus kepada beberapa orang (tidak semua org yg nerima sembako mau dengar cerita ttg natal atau kelahiran Yesus).
"Ohh, iya neng" jawab ibu itu.
"Apakah ibu bersedia nerima yg kami akan kasih?" Tanya k'Tina
"Ibu sih nerima2 aja neng"
Sembvako itupun berpindah ke tangan ibu tersebut. Raut wajahnya yg lesu bnerubah menjadi senyum ceria ketika kami berfoto dgnnya.
Dari BPKP kami terus berjalan. Rasa capek dan pegal di kaki kami rasakan. "Wah ini mah bisa naik betis entar malem nih" kata k'Tina dan memang benar paginya aku dapet kabar lwt FB bahwa benar2 naik betis. Tapi tetep semangat untuk berbagi masih berkobar2 di dada kami.
Lumayan sih kaki ini capeknya, bayangkan saja dr UNJ (sekitar Jl. Pemuda) ke BPKP (daerah Pramuka) lalu ke Utan Kayu kemudian BNI (sekitar Jl. Rawamangun) dan seterusnya. Orang demi orang yg pantas menerima sembako Tuhan tunjukkan pada kami. Mulai dari, tukang asongan, penjaga kuburan, bapak2 tua, satpam yg naik sepeda, dll.
Kawan, jangan kira perjalanan kita mulus2 begitu saja, mulai dari minyak goreng tumpah karna gk ada tutupnya, nenteng sembako dan pakaian yg lumayan berat, kebingungan cari orang sampai perjuangan menelusuri kuburan maghrib2. Langkah demi langkah kami lalui, jalan demi jalan kami lewati, sembako demi sembako kami berikan, tibalah saatnya kami memberi sembako yg terakhir. Kami ketemu seorang satpam yg sedang naik sepeda, dialah orang terakhir yg mendapatkan sembako.
Kami akhiri perjalanan kami dengan segelas es kelapa, itupun dibayarin tono karna tidak ada yg membawa duit diantara kami kecuali tono. Segelas es kelapa seperti oase di gurun pasir buat kami. Selesai minum kembali kekampus dan bertemu teman2 kami yg lebih awal selesai share to others-nya. Tahukah kawan, sungguh beruntungnya kelompok kami karna kami tidak mengalami penolakan seperti yg dialami kelompok lain.
Itulah sekilas ttg share to others, sebuah kegiatan yg baru pertama kali ku lakukan. Pengalaman yg memberiku banyak pelajaran tentang arti pengorbanan walau kecil yg kita korbankan dibanding Tuhan Yesus yg memberi nyawaNya untuk kita. Pengalaman ini juga mengajariku ttg arti kesabaran. Disaat kami harus terus berjalan kaki mencari orang yg berhak menerimanya, kami harus benar sabar dan menahan emosi. Terlebih kami diajarkan kepekaan tehadap sesama. Kalau kami tidak diberi kepekaan sama Tuhan Yesus, bagaimana kami mampu menemukan orang2 yg Tuhan maksud?
Sebenarnya masih begitu banyak yg mau ku tulis teman2, tapi aku .... . daaaghhh dulu yaaa....
hahahahaha
:D
Senin, 19 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
(secuil) Ketika di Kampus (Blok M ooh blok M)
"Kakkk, temenin gw nyookk" kata si michael yg sering pecicilan
"Kemana adik" jawab k'debo yg suka galau
"gak tau, bingung gw mw kemana kak nih, blok m aja kali ya?" mike dgn pecicilannya
"ya udah yuk cabut, gw juga dah bosen nih disini, yuk ban..." sahut ku...
Akhirnya kami pergi ke blok m untuk makan dan minum. Apa yg terjadi di blok M???
jreng.. jreng.. jreng.....jreeeeng..... ternyata.......
oouupss... Rahasia!!!
Penasaran kan...
:-)
"Kemana adik" jawab k'debo yg suka galau
"gak tau, bingung gw mw kemana kak nih, blok m aja kali ya?" mike dgn pecicilannya
"ya udah yuk cabut, gw juga dah bosen nih disini, yuk ban..." sahut ku...
Akhirnya kami pergi ke blok m untuk makan dan minum. Apa yg terjadi di blok M???
jreng.. jreng.. jreng.....jreeeeng..... ternyata.......
oouupss... Rahasia!!!
Penasaran kan...
:-)
Selasa, 13 Desember 2011
Dreams Mean Everything
Suatu saat aku sedang terdiam dan berfikir "gw nulis apalagi ya di blog gw ini," Akhirntya setelah berpikir sebentar ada sebuah kalimat melintas di otakku yaitu "dreams mean evverything". Aku pikir itu bagus untuk dijadikan judul di tulisanku, yg membuatku bingung adalah isinya apa aja. Lalu aku berfikir akan ku tulis apa isinya. Akhirnya aku mendapatkan sebuah ide untuk bertanya kebeberapaorang apa pendapat mereka ttg "Dreams Mean Everything". Jawaban mereka adalah sepeerti ini:
"Apa yg kita impikan dapat tercapai sesuai dengan apa yg telah kita lakukan untuk mencapainya. Kalo usaha kita hanya setengah, maka impian yg kita capai juga setengah. Makanya hidup kita harus bermakna/bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lainkarena setiap kebaikan pasti ada balesannya yg balesannya bisa kita rasakan saat itu juga/kemudian hari. bisa juga kebaikan itu menjadi salah satu jalan buat tercapai impian kita" (Anjar Ningtyas)
Jadi kita harus berusaha sepenuhnya agar impian kita dapat tercapai. Ada juga temanku yg berpendapat demikian
"Dalam mimpi kita sudah mengaplikasikan segala yg kita ingin capai atau cita2nya hanya belum terealisasi. Istilahnya di mimpi kita dah mengerjakan semuanya hanya belum dalam bentuk nyata." (Gerald Evans)
Ya oleh karena itu realisasikanlah mimpi itu... Ada juga yg berpendapat singkat seperti ini
"dream is life" (Jonathan Simatupang) Singkat namun maknanya sangat dalam.
Pendapat lain mengatakan...
"kalo menurut gua, mimpi itu bagus, bisa membuat kita bisa merasa kayaknya gua bisa dan semakin berasa kalo menjadi kenyataan. Mimpi itu kebahagiaan yg cepat dirasakan." (Lamsari Pasaribu).. berarti kalo cepat dirasakan apakah akan cepat hilang ya? :-)
Tapi ada satu pendapat yg begitu luar biasa menurutku dan lain daripada yg lain, pendapat ini datang dari seseorang yg begitu special di hatiku (cee ileehhh, buu). Ia mengatakan... "Ga ah.. Dreams just flowers of sleep (bunga tidur)." (Septian Ricky Jhonatan Tampubolon)Woow...
Apapun pendapat orang ttg mimpi itu sah-sah saja. Dreams Mean Everything, ketika kita bermimpi dan mengimpikan sesuatu yg ingin kita capai kita tidak hanya terlena dalam tidur indah dan panjang tapi HARUS BANGUN DAN MEWUJUDKAN MIMPI-MIMPI TERSEBUT. Jangan pernah takut untuk bermimpi, bermimpilah selagi masih ada malam, karna esok akan ada matahari yg menyari dan menemani kita untuk mewujudkan mimpi itu.
Seperti yg dikatakan seorang penyanyi terkenal, Anggun C Sasmi, "Bermimpilah. Lalu bangun dan wujudkan!" Mimpi-mimpi kita yg kita harapkan tidak akan berarti jika hanya menjadi flower of sleep (entah bahasa dari mana, hahaha) dan kitanya pun hanya terlena dalam keindahan mimpi tersebut.
Bermimpilah dan wujudkan mimpi-mimpimu itu! Your dreams today can be your future tomorrow!!!
"Apa yg kita impikan dapat tercapai sesuai dengan apa yg telah kita lakukan untuk mencapainya. Kalo usaha kita hanya setengah, maka impian yg kita capai juga setengah. Makanya hidup kita harus bermakna/bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lainkarena setiap kebaikan pasti ada balesannya yg balesannya bisa kita rasakan saat itu juga/kemudian hari. bisa juga kebaikan itu menjadi salah satu jalan buat tercapai impian kita" (Anjar Ningtyas)
Jadi kita harus berusaha sepenuhnya agar impian kita dapat tercapai. Ada juga temanku yg berpendapat demikian
"Dalam mimpi kita sudah mengaplikasikan segala yg kita ingin capai atau cita2nya hanya belum terealisasi. Istilahnya di mimpi kita dah mengerjakan semuanya hanya belum dalam bentuk nyata." (Gerald Evans)
Ya oleh karena itu realisasikanlah mimpi itu... Ada juga yg berpendapat singkat seperti ini
"dream is life" (Jonathan Simatupang) Singkat namun maknanya sangat dalam.
Pendapat lain mengatakan...
"kalo menurut gua, mimpi itu bagus, bisa membuat kita bisa merasa kayaknya gua bisa dan semakin berasa kalo menjadi kenyataan. Mimpi itu kebahagiaan yg cepat dirasakan." (Lamsari Pasaribu).. berarti kalo cepat dirasakan apakah akan cepat hilang ya? :-)
Tapi ada satu pendapat yg begitu luar biasa menurutku dan lain daripada yg lain, pendapat ini datang dari seseorang yg begitu special di hatiku (cee ileehhh, buu). Ia mengatakan... "Ga ah.. Dreams just flowers of sleep (bunga tidur)." (Septian Ricky Jhonatan Tampubolon)Woow...
Apapun pendapat orang ttg mimpi itu sah-sah saja. Dreams Mean Everything, ketika kita bermimpi dan mengimpikan sesuatu yg ingin kita capai kita tidak hanya terlena dalam tidur indah dan panjang tapi HARUS BANGUN DAN MEWUJUDKAN MIMPI-MIMPI TERSEBUT. Jangan pernah takut untuk bermimpi, bermimpilah selagi masih ada malam, karna esok akan ada matahari yg menyari dan menemani kita untuk mewujudkan mimpi itu.
Seperti yg dikatakan seorang penyanyi terkenal, Anggun C Sasmi, "Bermimpilah. Lalu bangun dan wujudkan!" Mimpi-mimpi kita yg kita harapkan tidak akan berarti jika hanya menjadi flower of sleep (entah bahasa dari mana, hahaha) dan kitanya pun hanya terlena dalam keindahan mimpi tersebut.
Bermimpilah dan wujudkan mimpi-mimpimu itu! Your dreams today can be your future tomorrow!!!
Senin, 05 Desember 2011
Masa-Masa 1
Sobat, dalam tulisanku kali ini aku akan menulis masa-masa dalam hidupku, mulai dari aku lahir hingga masa sekarang. Dan sekarang aku ingin memulai untuk menulis tentang masa kecilku...
Masa kecil...
Aku tidak begitu banyak ingat tentang masa kecilku, maklumlah waktu itu aku masih kecil dan ingatanku pun masih lemah. Namun masih ada beberapa hal yg masih tinggal di dalam ingatanku dan beberapa lagi ku tahu dari cerita keluargaku tentang masa kecilku.
Masa kecil, yg menurutku terlalu singkat untukku lalui dan sekarang, terkadang aku pernah merasa ingin kembali ke masa itu. Kawan, aku adalah anak ke empat dari empat bersaudara, jadi aku adalah anak terakhir atau dlm bahasa kerennya anak bontot. Seharusnya aku adalah anak ke-lima, terus kenapa aku bisa jadi anak ke empat, adalah karna sebelum mamaku mengandung aku, beliau sudah pernah keguguran pada usia kandungannya yg menjelang 7 bulan. Karna kejadian tersebut, orangtuaku memutuskan untuk tidak mempunyai anak lagi. Mereka berfikir tiga anak sudah cukup, apalagi sudah ada anak laki-laki yg dalam orang batak keberadaannya bisa dibilang penting untuk meneruskan marga. Lalu aku? yaa, bisa dikatakan aku tidak diharapkan. Makanya jarak antara aku dan abangku (anak ke-3) terpaut jauh sekali, kurang lebih sekitar 10- tahun jarak kami.
Menurut cerita dari keluargaku, aku bisa lahir ke dunia adalah karna permohonan opung (nenek/kakek)ku. Suatu saat opungku datang ke Jakarta, beliau menyuruh orang tuaku untuk mempunyai anak lagi. Alasannya adalah kalau yg jadi anak bontot adalah anak laki-laki, nanti ia akan sangat manja luarbiasa dan bandel. Itu sih pemikiran orang tua jaman dulu, kalo menurutku itu semua tergantung dari cara si orangtua mendidik. Ooh ya kawan, satu alasan lagi kenapa opungku menyuruh orangtuaku untuk punya anak adalah siapa tahu aku terlahir sebagai laki-laki, jadi kami bisa sepasang, sepasang perempuan dan sepasang laki-laki.
Singkat cerita, pada tanggal 22 Juli 1992, lahirlah aku, seorang bayi berkelamin perempuan. Waaw, ternyata aku bukan laki-laki seperti yg diharapkan ortuku. Aku pernah diceritakan oleh mamaku bahwa pada saat beliau akan melahirkanku, ia mengalami pendarahan yg luar biasa ditambah lg saat itu mamaku sudah mempunyai penyakit darah tinggi. Sudah lahir bukan laki-laki ditambah lagi pendarahan, sulit kubayangkan hal itu. Mamaku lantas sempat kecewa sekali karna yg lahir tidak sesuai harapannya. Kemudian ada seorang saudara yg kupanggil nanguda (adik ibu), dia bukan nanguda kandungku tapi karna marga ortuku sama jadi keluarga kami cukup dekat dan seperti keluarga kandung. Mamaku bercerita bahwa ia berniat ingin mengadopsiku sebagai anaknya jika mamaku tidak mau merawatku. Akhirnya setelah beberapa lama di bidan di putuskan bahwa mamaku mau menerimaku sebagai anaknya.
So, jadinya aku mempunyai dua orang ibu deh. sewaktu kecil kakakku sering meledekku bukan anak kandung, menyuruhku pergi ke mama "tengki" (tempat tinggal nanguda di tengki), kalau hal itu terjadi aku langsung nangis dan mamaku langsung berkata "gak kok,nang. kau anak mama ko, boru (batak, gadis)."
Itulah tadi awal aku bisa terlahir ke dunia, sebulan sebelum aku lahir opungku telah dipanggil Tuhan. Jadi saat aku lahir aku tidak mengenal opungku.
Masa-masa kecilku tidak jauh berbeda dengan anak-anak yg lain pada umumnya. Bermain bersama teman-teman di sekitar rumahku, bercanda, berantem, menangis, dll. Permainan yg kami mainkan pun macam-macam seperti bermain ibu-ibuan, petak-umpet, masak-masakan, dll. Semua kulakukan jika kakak2ku sudah berangkat sekolah dan tinggal aku dan mamaku di rumah. Jika sudah begitu aku langsung pergi ke rumah temanku, Gita namanya. Kita sering bermain bersama dirumahnya. Aku masih ingat saat itu kami main ibu2an dengan memakai boneka. Gita yg menjadi ibu dan aku yg menjadi anak, ada seorang anak laki-laki tapi ku sudah lupa siapa namanya, dia menjadi ayahnya. Drama yg kami mainkan pun sederhana, hanya seorang ibu yg pergi ke pasar dan ayah yg pergi bekerja kemudian aku yg menunggu di rumah sambil bermain boneka. Setelah sang ibu pulang, ia memasak untuk anak dan suaminya. Begitu seterusnya.
Pada sore hari, nah ini yg paling aku suka. Aku dan teman2ku bermain di gundukan pasir yg padat dan tinggi juga di tumpukan batu2 koral. Aku sangat bahagia jika sudah bermain disana, beramai-ramai kami bermain "lorong waktu", itu adalah sebuah program televisi yg saat itu banyak disukai anak2, tayang di indosiar. Dalam permainan itu kami mengelilingi gundukan pasir dan gundukan batu untuk mencari benda2 tertentu. Kami berlari di pasir, berkejar2an, tertawa, terkadang berantem. Pokoknya kami sangat bahagia waktu itu. Ada satu lagi permainan yg masih ku ingat, yaitu kontes nyanyi. Jangan teman2 mengira bahwa ini kontes beneran. Kami hanya berpura2, ada yg sebagai juri, peserta, dan penonton. Hadiahnya pun pura2 juga pastinya.
Kalo aku tidak punya teman pada siang hari untuk bermain, mamaku selalu menemaniku, ia hanya mengawasiku yg sedang bermain masak2an dengan pasir, tanah dan air. Sebenernya aku dilarang tapi begitulah, akhirnya diijinkan juga, hahaha...
Ada satu masa yg aku ingat saat aku di tinggal pergi oleh orangtuaku ke kampung. Aku dititipkan sama mama "tengki". Aku selalu nangis saat bersamanya, maklum saja aku masih kecil dan dia bukan mama kandungku. Kalo aku nangis beliau hanya menyogokku dengan sebungkus beng-beng.
Akhirnya usiaku beranjak 6 tahun dan aku harus memasukio dunia baru.
Yaa, seperti itulah sobat sedikit tentang masa kecilku. Kadang ada duka. kadang suka, semua silih berganti mengisi hari-hariku. Life must go on. Tidak bisa dipungkiri aku pun harus bertumbuh dan bertambah besar. Ceritaku tentang masa sekolahku akan aku tulis dalam tulisanku berikutnya. So, untuk para fragers setia, jgn bosan menunggu tulisanku yaaa.... :)
Masa kecil...
Aku tidak begitu banyak ingat tentang masa kecilku, maklumlah waktu itu aku masih kecil dan ingatanku pun masih lemah. Namun masih ada beberapa hal yg masih tinggal di dalam ingatanku dan beberapa lagi ku tahu dari cerita keluargaku tentang masa kecilku.
Masa kecil, yg menurutku terlalu singkat untukku lalui dan sekarang, terkadang aku pernah merasa ingin kembali ke masa itu. Kawan, aku adalah anak ke empat dari empat bersaudara, jadi aku adalah anak terakhir atau dlm bahasa kerennya anak bontot. Seharusnya aku adalah anak ke-lima, terus kenapa aku bisa jadi anak ke empat, adalah karna sebelum mamaku mengandung aku, beliau sudah pernah keguguran pada usia kandungannya yg menjelang 7 bulan. Karna kejadian tersebut, orangtuaku memutuskan untuk tidak mempunyai anak lagi. Mereka berfikir tiga anak sudah cukup, apalagi sudah ada anak laki-laki yg dalam orang batak keberadaannya bisa dibilang penting untuk meneruskan marga. Lalu aku? yaa, bisa dikatakan aku tidak diharapkan. Makanya jarak antara aku dan abangku (anak ke-3) terpaut jauh sekali, kurang lebih sekitar 10- tahun jarak kami.
Menurut cerita dari keluargaku, aku bisa lahir ke dunia adalah karna permohonan opung (nenek/kakek)ku. Suatu saat opungku datang ke Jakarta, beliau menyuruh orang tuaku untuk mempunyai anak lagi. Alasannya adalah kalau yg jadi anak bontot adalah anak laki-laki, nanti ia akan sangat manja luarbiasa dan bandel. Itu sih pemikiran orang tua jaman dulu, kalo menurutku itu semua tergantung dari cara si orangtua mendidik. Ooh ya kawan, satu alasan lagi kenapa opungku menyuruh orangtuaku untuk punya anak adalah siapa tahu aku terlahir sebagai laki-laki, jadi kami bisa sepasang, sepasang perempuan dan sepasang laki-laki.
Singkat cerita, pada tanggal 22 Juli 1992, lahirlah aku, seorang bayi berkelamin perempuan. Waaw, ternyata aku bukan laki-laki seperti yg diharapkan ortuku. Aku pernah diceritakan oleh mamaku bahwa pada saat beliau akan melahirkanku, ia mengalami pendarahan yg luar biasa ditambah lg saat itu mamaku sudah mempunyai penyakit darah tinggi. Sudah lahir bukan laki-laki ditambah lagi pendarahan, sulit kubayangkan hal itu. Mamaku lantas sempat kecewa sekali karna yg lahir tidak sesuai harapannya. Kemudian ada seorang saudara yg kupanggil nanguda (adik ibu), dia bukan nanguda kandungku tapi karna marga ortuku sama jadi keluarga kami cukup dekat dan seperti keluarga kandung. Mamaku bercerita bahwa ia berniat ingin mengadopsiku sebagai anaknya jika mamaku tidak mau merawatku. Akhirnya setelah beberapa lama di bidan di putuskan bahwa mamaku mau menerimaku sebagai anaknya.
So, jadinya aku mempunyai dua orang ibu deh. sewaktu kecil kakakku sering meledekku bukan anak kandung, menyuruhku pergi ke mama "tengki" (tempat tinggal nanguda di tengki), kalau hal itu terjadi aku langsung nangis dan mamaku langsung berkata "gak kok,nang. kau anak mama ko, boru (batak, gadis)."
Itulah tadi awal aku bisa terlahir ke dunia, sebulan sebelum aku lahir opungku telah dipanggil Tuhan. Jadi saat aku lahir aku tidak mengenal opungku.
Masa-masa kecilku tidak jauh berbeda dengan anak-anak yg lain pada umumnya. Bermain bersama teman-teman di sekitar rumahku, bercanda, berantem, menangis, dll. Permainan yg kami mainkan pun macam-macam seperti bermain ibu-ibuan, petak-umpet, masak-masakan, dll. Semua kulakukan jika kakak2ku sudah berangkat sekolah dan tinggal aku dan mamaku di rumah. Jika sudah begitu aku langsung pergi ke rumah temanku, Gita namanya. Kita sering bermain bersama dirumahnya. Aku masih ingat saat itu kami main ibu2an dengan memakai boneka. Gita yg menjadi ibu dan aku yg menjadi anak, ada seorang anak laki-laki tapi ku sudah lupa siapa namanya, dia menjadi ayahnya. Drama yg kami mainkan pun sederhana, hanya seorang ibu yg pergi ke pasar dan ayah yg pergi bekerja kemudian aku yg menunggu di rumah sambil bermain boneka. Setelah sang ibu pulang, ia memasak untuk anak dan suaminya. Begitu seterusnya.
Pada sore hari, nah ini yg paling aku suka. Aku dan teman2ku bermain di gundukan pasir yg padat dan tinggi juga di tumpukan batu2 koral. Aku sangat bahagia jika sudah bermain disana, beramai-ramai kami bermain "lorong waktu", itu adalah sebuah program televisi yg saat itu banyak disukai anak2, tayang di indosiar. Dalam permainan itu kami mengelilingi gundukan pasir dan gundukan batu untuk mencari benda2 tertentu. Kami berlari di pasir, berkejar2an, tertawa, terkadang berantem. Pokoknya kami sangat bahagia waktu itu. Ada satu lagi permainan yg masih ku ingat, yaitu kontes nyanyi. Jangan teman2 mengira bahwa ini kontes beneran. Kami hanya berpura2, ada yg sebagai juri, peserta, dan penonton. Hadiahnya pun pura2 juga pastinya.
Kalo aku tidak punya teman pada siang hari untuk bermain, mamaku selalu menemaniku, ia hanya mengawasiku yg sedang bermain masak2an dengan pasir, tanah dan air. Sebenernya aku dilarang tapi begitulah, akhirnya diijinkan juga, hahaha...
Ada satu masa yg aku ingat saat aku di tinggal pergi oleh orangtuaku ke kampung. Aku dititipkan sama mama "tengki". Aku selalu nangis saat bersamanya, maklum saja aku masih kecil dan dia bukan mama kandungku. Kalo aku nangis beliau hanya menyogokku dengan sebungkus beng-beng.
Akhirnya usiaku beranjak 6 tahun dan aku harus memasukio dunia baru.
Yaa, seperti itulah sobat sedikit tentang masa kecilku. Kadang ada duka. kadang suka, semua silih berganti mengisi hari-hariku. Life must go on. Tidak bisa dipungkiri aku pun harus bertumbuh dan bertambah besar. Ceritaku tentang masa sekolahku akan aku tulis dalam tulisanku berikutnya. So, untuk para fragers setia, jgn bosan menunggu tulisanku yaaa.... :)
Kamis, 01 Desember 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
Ingin ku tahu... Tapi ku enggan bertanya Karna ku takut Jawabmu kan menyakitkanku...
-
Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku...