Selasa, 29 Agustus 2017

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah gw kunjungi dari berbagai kota, tapi kali ini gw pengen mulai bercerita tentang liburan panjang akhir pekan gw ke kota yang terkenal dengan Bakso nya ini, Malang.

Liburan kita dimulai tanggal 21 April 2017, tepatnya jam 18.00 kita udah harus kumpul di Stasiun Senen. Gue pikir gue bakalan telat dateng kesana walaupun sudah ngebut naik ojek online nya, eehh ternyata ada yang lebih telat lagi yaitu Jojo. Untungnya sih dia gak ketinggalan kereta, yang pertama sampe stasiun tentunya bukan gw, yaitu Mariani, cewe batak satu ini emang agak nyablak kalo ngomong tapi itu bikin perjalanan kita jadi rame. Setelah Mari (sebutan akrab untuk Mariani) sampai disusul sama TKK gw Yesy yang dianterin sama cem-cemannya (eeehhm.. eehhmm..) Barulah gw sampe disusul sama kak Floren, Ririn, dan kak Mernytha.

Perjalanan yang kita tempuh dengan kereta cukup lama sekitar 15 jam baru sampe Malang. Walaupun lama, tapi gak ngebosenin guys, karna kartu-kartu UNO nemenin perjalanan kita. Yang paling seru saat di kereta adalah hukuman bagi yang kalah harus turun di stasiun selanjutnya. Beeuuh.. ngeri banget kan hukumannya. Eeiittss,, tapi tunggu dulu itu gak seperti yang kalian bayangkan kok. yang kita maksud itu kaya di video ini guys...

 


 

gimana seru kan...?

Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya sampai juga kita di kota Apel, yaitu Malang, sekitar pagi jam 10an. Berhubung perut kita udah pada keroncongan, akhirnya kita putuskan buat makan dulu di Bakso President. Tempat makan ini cukup terkenal dan lumayan enak, harganya juga eehhm... yaahh lumayanlah... Tapi sayangnya pas kita dateng itu lagi libur panjang jadi antriannya bukan main panjangnya, ditambah lagi ada rombongan emak-emak yaudah deh kita ngalah aja ngantrinya.

tiba di Stasiun malang



Day 1, 22 April 2017

Setelah kenyang makan bakso, kami lanjut untuk ke penginapan di daerah Jl. Soekarno Hatta. setelah check in kita langsung siap-siap untuk destinasi pertama yang akan kita kunjungi yaitu Museum Angkut. Tapi lagi - lagi kita belum beruntung guys, antrian untuk masuk kesana itu panjang bangeeeet dan salahnya kita dateng udah siang sekitar jam 12an.

Setelah berunding, akhirnya kita putuskan untuk ke Coban Rondo. Coban Rondo merupakan destinasi air terjun terkenal di kota Batu, Malang. Kami tiba disana sudah agak sore sekitar jam 2an. Percikan air terjun ditambah suara air yang mengalir seakan membayar rasa lelah kita selama perjalanan dari Jakarta hingga Malang.

Mata kita pun dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dan menyejukan mata, dimana sekeliling ditumbuhi pepohonan.
Hal yang paling disayangkan adalah kita tidak membawa baju ganti karena rencana untuk mengunjungi air terjun sebenernya esok hari. Alhasil kita hanya berfoto-foto ria walaupun cipratan air dari tingginya tebing membasahi baju kita juga.. yaa setidaknya kan nggak basah kuyup kaya maen aer...





Puas foto-foto kita langsung ke Labirin. Tempatnya ini nggak jauh koq dari air terjun, cukup jalan kaki sekitar 5-10 menitan lah... di sini kita dipisah menjadi dua tim, tim pertama yang akan mengarahin jalan dan tim ke dua yang duluan "berpetualang" di labirin.
Gw sendiri kedapetan di tim dua bareng sama Ririn, dan kak Mernyta. So, kami jalan duluan menelusuri pepohonan yang berliku-liku sambil ngikutin arahan dari tim satu yg posisinya ada di atas kami. Dan begitu sebaliknya saat tim satu yang terdiri dari kak Floren, Mari dan Jojo dan Yesy menelusuri labirin. Kedua tim sih berhasil nemuin jalan keluar tapi gagal untuk nemuin air mancur yang tepat berada di tengah-tengah labiri.

Nah, setelah tim gw dan tim nya  Kak Floren kelar, Kita semua mencoba nelusurin labirin tanpa arahan dari siapapun. dengan kata lain modal insting bersama aja. Ehh ternyata justru saat gak diarahin malahan kita berhasil nemuin air mancur yang di tengah labirin.



Puas "berpetualang" di labirin, kita lanjut jalan kaki ke Daun Coklat. Menurut gw sih tempatnya ini cocok banget buat kalian yang hobi foto. Dari ketinggian kita bisa melihat  hamparan pepohonan, bunga, dan hiasan-hiasan alam lainnya.







Sekitar jam 6an sore kita balik ke penginapan dan bersiap untuk perjalanan berikutnya yaitu, Batu Night Spectacular (BNS). Sebelum nikmati malam disini yang pasti kita isi perut dulu nih. Kita makan  percis di depan BNS, kalo soal harga menurut gw sih gak terlalu nguras kantong banget disini. Kenyang abis makan, saat nya masuk BNS, harga tiketnya seinget gw sekitar 40 ribu guys. Tapi disini kita cuma bisa menikmati wahana rumah kaca dan wahana yang serem gw lupa apa namanya, soalnya kalo tiap kita mau nikmati wahana disini kita harus bayar lagi. Daripada sayang udah bayar tiket masuk, mending kita nikmati lantunan lagu-lagu dan lampu - lampu disana.


Setelah capek keliling-keliling BNS, saatnya kita pulang. Dan Bobo Cantik :)

Day 2, 23 April 2017

Ini dia hari yang ditunggu-tunggu, karena hari ini kita akan mendaki gunung Bromo guys. Gunung yang terletak Jawa Timur ini memiliki sunrise yang amazing banget deh indahnya. Tapi untuk bisa nikmati sunrise di gunung Bromo kita harus berangkat tengah malam dari penginapan, kemudian berganti mobil jeep dan naik keatasnya saat subuh.
Ini adalah pertama kalinya gw naik gunung, dan pertama kalinya gw ke Bromo,,, Sumpahh deh keindahannya bikin gw spechless...


Pasir Berbisik

Keseruan di Pasir Berbisik

Melompat lebih tinggi

Say cheeeseeee...

me and my self



Di Gunung Bromo



Pemandangan Gunung Bromo saat pagi hari

Nikmati keindahan Bromo

Rasakan sejuknya udara pegunungan

Mengabadikan setiap keindahan alam

Sejenak berdiam


















































Di Kawah Gunung Bromo

Lelahnya perjalanan mendaki gunung Bromo, terbayar oleh indahnya pemandangan kawah gunung Bromo yang bisa dilihat hanya dari puncak gunung. Seakan hilang sudah rasa capek menempuh pendakian yang lumayan jauh menurut gw yang baru pertama kali naik gunung. Tapi itu semua dibayar lunas dengan pesona kawah Bromo yang tiada duanya guys...

berlatarakan kawah Gunung Bromo



Wefie saat di puncak gunung Bromo


Menjelang sore hari kami dan setelah puas menikmati pemandangan dari puncak gunung, kamipun turun untuk kembali ke penginapan. Sebelum meninggalkan kawasan Gunung Bromo, kami  beristirahat sejenak sambil menikmati bakso Malang. Rasa lelah tentu menyelimuti kami semua, jadi tidak heran sepanjang di mobil jeep kami semua tertidur pulas.



Day 3, 24 April 2017

Sesuai dengan rencana kami diawal bahwa hari ini kita akan mengunjungi Museum Angkut yang waktu itu tidak bisa kami kunjungi lantaran pengunjung yang membludak. Belajar dari hari kemaren, kami pun memutuskan berangkat lebih pagi supaya ngantrinya gak kelamaan. Ternyata tidak disangka-sangka bisa dibilang kita pengunjung yang berhasil masuk duluan.

Kami sangat diuntungkan datang lebih pagi, yaitu puas untuk foto-foto dimana saat itu belum rame pengunjung, bisa dibilang kita yang pertama dateng hari itu. jadi bebas pilih foto dimasa saja tanpa ada orang yang ganggu. Moment sepi itu pun kita manfaatkan untuk berburu foto dan menikmati setiap koleksi yang ada di Museum Angkut.
Miniatur pesawat kepresidenan di Museum Angkut
Jalanan menyerupai kota London

berlatarkan "Buckingham Palace"

wahana permainan yang ada di Museum Angkut

Di museum ini kalian seakan di bawa berkeliling dunia melihat gambaran berbagai negara dari segi kendaraan negara tersebut, contohnya:
Seperti di Inggris bukan???


Seakan-akan ada di HOLLYWOOD cuy...

Suerrr... bukan kami yg merubuhkan Tembok Berlin
Ni hao ma? 

dan... masih banyak tempat - tempat menarik lainnya yang bisa kamu nikmati di Museum angkut ini...

Selesai dari Museum Angkut, tandanya liburan gw di Malang akan berakhir, secara ini adalah hari terakhir kami liburan di Malang. Selain tempat - tempat diatas yang gw kunjungi, gw dan temen-temen lainnya nya juga ber wisata kuliner disana, Contohnya aja saat menikmati es krim di toko Oen. Toko Oen ini sangat terkenal guys di Malang, bisa dibilang toko Eskrim tertua di Malang. Gimana gak tua, toko ini berdiri wwaktu masih jaman Belanda, yaitu tahun 1930. Kalo sekarang berarti umurnya sudah... eehhmm Itung aja sendiri, pokoknya banyak.

WELL, gw gak mau panjang kali lebar lagi cerita disini, secara kalian juga pasti akan bosen bacanya. Jadi itu tadi cerita liburan gw ke Malang, asyik, seru, ditambah temen-temen yang gokil bikin jalan-jalan gw makin rame dan berwarna.

Salam dari kami... 
Sampai jumpa di cerita kota berikutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...