Hari demi hari ku lalui, tugas demi tugas ku kerjakan, pertemuan kuliah
demi kuliah ku selesaikan, dan bab demi bab dalam skripsi ku perjuangkan
semaksimal mungkin. Hingga ku berada hampir di garis finis, saat skripsi ku
nyaris selesai dan ku tinggal menunggu sidang, kenyataan pahit harus ku telan
dalam-dalam. Dosen memberi ku nilai E di salah satu mata kuliah yg ku ambil
ini. KAGET dan hampir tidak dapat ku percaya ketika sepasang mataku ini melihat
huruf E di siakad unj. Air mata ku pun malam itu tak dapat ku bendung lagi.
Pipi ini mulai basah, malam itu rasanya jembatan yg ku lewati terputus saat
selangkah lagi ku tiba di tempat yg ku tuju.
Tapi aku harus berpikir positif saat itu, mungkin terjadi kesalahan,
mungkin aku masih bisa perbaikan nilai mengingat kuliah ku yg hanya satu mata
kuliah ini lg, mungkin nilai ku nanti bisa dirubah, mungkin dosen ku terkukar
saat memasukkan nilai. Mungkin, mungkin, mungkin dan mungkin itu lah yg ada di
otakku malam itu. Aku pun tidak mau berhenti sampai disitu. Aku harus menemui
dosen tersebut dan menanyakan alasan beliau memberi nilai E untuk ku.
Beberapa hari kemudian, setelah ku menunggu lama sakali dengan perasaan
harap-harap cemas aku beranikan diri bertemu dosen tersebut. Jantungku berdetak
tidak karuan, keringatku mulai bercucuran, kaki melangkah dengan gemeteran,
bibirku pun bicara penuh getaran. Akhirnya ku beranikan diri bertanya pada
beliau bersama dua orang adik kelas ku yg juga mendapat nilai E sama seperti
ku.
Dan, sungguh di luar dugaan ku, dia hanya menjabarkan ini dan itu alesan
nya aku dapat nilai E tanpa menunjukan lembar penilaiannya. Sejujurnya saat itu
aku ingin menangis tapi aku harus menahan air mata. Hingga akhirnya aku nekat
untuk bertanya apakah aku bisa melakukan perbaikan nilai dengan tugas, ujian
atau apapun. Karna sebanyak tugas apapun akan ku kerjakan agar nilai ku dapat
berubah. Yaaa, setidaknya aku bisa dapat D untuk ku bisa lulus. Tapi, lagi-lagi
kali ini di luar dugaan ku, dia berkata “ mau kasih tugas gimana, kamu saya
kasih seratus tugas juga gk bisa ngerubah nilai kamu... “ WOW!!! Air mata yg
sedari tadi kutahan kini i ia sudah meronta-ronta dalam hatiku untuk
dikeluarkan. Pipiku mulai basah saat itu. Di hadapan dosen tersebut dan
temannya juga di hadapan dua adik kelas ku tadi aku menangis seperti orang yg
mengemis-ngemis nilai yg sudah tidak punya harga diri lagi.
Sedih, kecewa, sesal, marah, sakit, kaget, dan entah perasaan apa lagi
harus ku tulis disini. Semester ini sungguh semester yg penuh air mata,
tantangan, rintangan dan perjuangan. Semester ini aku harus mengerjakan skripsi
ku sebagai syarat kelulusan dan dua mata kuliah yg harus kuselesaikan. Sebuah
perjuangan besar dan berat ku lakukan demi mengabulkan keinginan keluarga dan
orangtua ku untuk lulus tahun ini (2014). Harapan besar mereka letakkan di
pundakku untuk bisa lulus secepatnya dan mendapatkan pekerjaan untuk bisa
membantu finansial keluarga. Namun jauh dari itu semua keinginan ku untuk
segera lulus secepatnya dikarenakan ku ingin melihat orangtua ku ada di acara
wisudaku nanti. Aku tidak tahu apa yg akan terjadi di kemudian hari, aku selalu
berdoa orangtua ku diberi umur panjang untuk dapat melihat ku lulus dan wisuda.
Skripsi ku kerjakan dengan susah payah, tahap demi tahap harus ku
selesaikan dengan pengorbanan yg gk gampang karna aku juga harus menyelesaikan
dua mata kuliah. Terjaga di larutnya malam pun menjadi hal yg biasa bagiku demi
sebuah bab dalam skripsi. Belum lagi tugas-tugas dari 2 mata kuliah yg ku ambil
semester ini yg tidaklah ringan menurutku. Semua ku kerjakan dengan perjuangan
yg berat.
Impian untuk sidang tahun ini pun sirna sudah terhapus oleh sebuah huruf E.
Huruf E yg dengan seratus tugaspun tidak dapat di rubah menjadi D apa lagi C.
Jika aku boleh jujur dalam tulisan ku ini, sungguh aku merasakan sakit yg
teramat dalam saat mendengar perkataan dosen tersebut. Tidak hanya disitu
bahkan ia berkata “ ya udah kamu ngulang aja semester depan, tapi jgn ngambil
sama saya lagi, kapok". Hingga detik inipun aku masih bingung akenapa nilai itu bisa diberikan padaku. Padahal selama menjalankan perkuliahan jangankan bolos, telatpun aku tidak pernah dan semua tugas serta ujian ku kerjakan dengan integritas penuh.
Perjalanan hatiku tidak berhenti sampai disitu. Sungguh aku merasa bersyukur memiliki Allah yg mampu
melihat ke depan jauh melebihi ku. Aku pun sadar, dibalik itu semua Allah
memiliki rencana yg jauh lebih besar dan lebih indah dibanding diriku yg
terbatas ini. Hingga pada suatu malam dalam saat teduh ku Tuhan berbicara pada
ku bahwa Ia memiliki sebah rencana besar dalam hidupku ketika aku harus menunda
kelulusanku menjadi tahun depan. Dalam saat teduh ku aku mendapatkan sebuah perikop
alkitab yg bercerita tentang Yesus yg menunda kedatangannya untuk ke rumah
Lazarus, padahal Ia mengetahui bahwa Lazarus sedang sakit parah. Dan ketika
Tuhan Yesus datang, Lazarus sudah meninggal. Banyak orang berpikir Tuhan Yesus
terlambat, tapi ternyata KasihNya sungguh tidak pernah terlambat. Tapi sungguh
suatu mukjizat yg luar biasa Ia kerjakan, Ia membangkitkan Lazarus yg sudah
mati menjadi hidup.
Aku percaya ketika Allah menunda aku lulus tahun ini, seperti Tuhan Yesus
yg menunda untuk datang menemui Lazarus padahal Ia tahu Lazarus sedang sakit,
Allah memiliki rencana bahkan mukjizat yg luar biasa yg harus Ia kerjakan dalam
hidup ku, seperti Lazarus yg dibangkitkan dari kematian. Dan Kasih Allah tidak
pernah terlambat di hidupku. Setelah beberapa hari ku lewati Tuhan terus
berbicara pada ku, sungguh suatu anugerah yg luar biasa ketika aku masih
dipercayakan berada di kampus ini enam bulan ke depan. Aku sungguh percaya ini
adalah suatu anugrah dari Allah aku di beri waktu emas (gold time) untuk
melayani kampus ini enam bulan ke depan, mengingat aku masih memiliki 4 orang
akk dimana mereka adalah anak angkatan 2013 yg masih butuh waktu panjang untuk
ku bina.
Setelah ku sadar Allah sungguh mengasihiku dengan memberikan dan
mempercayakan enam bulan kedepan untuk ku melayani di kampus ini, merupakan
suatu keegoisan jika ku tidak mengasihi dosen ku tersebut. Dan dengan kasih
Allah yg kuterima akupun mengasihi beliau dengan mendoakan dan memaafkannya.
Dan saat itu akupun mulai melihat buah-buah dr hasil pelayananku yg Tuhan anugerahkan. 4 org anak kelompok kecil (akk) ku mengalami pertumbuhan rohani. Hingga suatu ketika dengan rasa syukur ku melihat mereka hidup dalam Tuhan dan hidup mereka untuk melayani Tuhan. Dan yg lebih luar buasanya lagi 8 org AKK ku, semuanya, kami bisa selesaikan seluruh MHB.
Kelulusan
bisa saja tertunda tapi Kasih dan Anugrah Allah ini sungguh indah pada
waktunya.
Mujizat dan karya Allah ternyata tidak berhenti disitu. Dalam 6 bulan masa perpanjangan kuliahku, aku mendapatkan pekerjaan. Sungguh luar biasa Tuhan jawab doaku pada masa lalu yaitu "dapat pekerjaan sebelum lulus". Aku pun tersadar dibalik air mata Tuhan sediakan mata air kehidupan bagiku. Disaat org lain lulus kuliah dan jadi pengangguran tapi tanganNya telah bekerja dahsyat utk ku bisa bekerja.
Semester terakhir ini kuselesaikan dengan kekuatan dari Allah tentunya. Kuliah, skripsi, pelayanan, pekerjaan, dan keluarga, merupakan beban yg tidak ringan untuk aku selesaikan. Namun dalam anugerah Tuhan ku mampu lewati semua.
Andai waktu itu aku lulus tepat waktu, aku tidak akan bisa melayani 4 org anak kelompok kecil ku dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan langsung.
Akhirnya pun ku menemukan jawaban yg terindah dari Allahku. “Terima kasih
Tuhan untuk anugerah enam bulan kedepan yg Kau berikan dan Kau percayakan untuk
ku tetap berkarya, berjuang, bekerja dan melayani di kampus dimana Kau tempatkan ku.
Dan ku percaya, seperti Lazarus, rencana besar dan dahsyat telah Kau sediakan
untuk masa depanku.”
Let’s sing:
“Kusembah Engkau
Yesus, hanya Engkau Allah dihudupku, tiada yg lain hanya Kau, hanya Engkau Tuhan.”
“Hanya Kau yg
menjadi tempat jawaban, Hanya Kau tempatku berharap, berjalan bersamaMu ku tak
akan goyah, sbab tangan kasihMu tersedia bagiku s’lamanya Kau ku cinta.”
“Walau ku
melangkah dalam tekanan, badai pencobaan datang menghadang, yg aku percaya
dalam hadiratNya ada kekuatan yg baru”
“Ku kan terbang
tinggi bagai rajawali di atas segala persoalan hidup ku, dan aku percaya saat
ku bersama Dia, tiada yg mustahil bagi Dia.”
Yesaya 55:8-9
“ Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu
bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancangan Ku dari rancanganmu.”
Wipe the tears, open the eyes, and face the future with Jesus Chirst.
Praise the Lord J