Senin, 18 Agustus 2014

Tertunda, Tapi Kasih tak Pernah Terlambat


Hari demi hari ku lalui, tugas demi tugas ku kerjakan, pertemuan kuliah demi kuliah ku selesaikan, dan bab demi bab dalam skripsi ku perjuangkan semaksimal mungkin. Hingga ku berada hampir di garis finis, saat skripsi ku nyaris selesai dan ku tinggal menunggu sidang, kenyataan pahit harus ku telan dalam-dalam. Dosen memberi ku nilai E di salah satu mata kuliah yg ku ambil ini. KAGET dan hampir tidak dapat ku percaya ketika sepasang mataku ini melihat huruf E di siakad unj. Air mata ku pun malam itu tak dapat ku bendung lagi. Pipi ini mulai basah, malam itu rasanya jembatan yg ku lewati terputus saat selangkah lagi ku tiba di tempat yg ku tuju.
Tapi aku harus berpikir positif saat itu, mungkin terjadi kesalahan, mungkin aku masih bisa perbaikan nilai mengingat kuliah ku yg hanya satu mata kuliah ini lg, mungkin nilai ku nanti bisa dirubah, mungkin dosen ku terkukar saat memasukkan nilai. Mungkin, mungkin, mungkin dan mungkin itu lah yg ada di otakku malam itu. Aku pun tidak mau berhenti sampai disitu. Aku harus menemui dosen tersebut dan menanyakan alasan beliau memberi nilai E untuk ku.
Beberapa hari kemudian, setelah ku menunggu lama sakali dengan perasaan harap-harap cemas aku beranikan diri bertemu dosen tersebut. Jantungku berdetak tidak karuan, keringatku mulai bercucuran, kaki melangkah dengan gemeteran, bibirku pun bicara penuh getaran. Akhirnya ku beranikan diri bertanya pada beliau bersama dua orang adik kelas ku yg juga mendapat nilai E sama seperti ku.
Dan, sungguh di luar dugaan ku, dia hanya menjabarkan ini dan itu alesan nya aku dapat nilai E tanpa menunjukan lembar penilaiannya. Sejujurnya saat itu aku ingin menangis tapi aku harus menahan air mata. Hingga akhirnya aku nekat untuk bertanya apakah aku bisa melakukan perbaikan nilai dengan tugas, ujian atau apapun. Karna sebanyak tugas apapun akan ku kerjakan agar nilai ku dapat berubah. Yaaa, setidaknya aku bisa dapat D untuk ku bisa lulus. Tapi, lagi-lagi kali ini di luar dugaan ku, dia berkata “ mau kasih tugas gimana, kamu saya kasih seratus tugas juga gk bisa ngerubah nilai kamu... “ WOW!!! Air mata yg sedari tadi kutahan kini i ia sudah meronta-ronta dalam hatiku untuk dikeluarkan. Pipiku mulai basah saat itu. Di hadapan dosen tersebut dan temannya juga di hadapan dua adik kelas ku tadi aku menangis seperti orang yg mengemis-ngemis nilai yg sudah tidak punya harga diri lagi.
Sedih, kecewa, sesal, marah, sakit, kaget, dan entah perasaan apa lagi harus ku tulis disini. Semester ini sungguh semester yg penuh air mata, tantangan, rintangan dan perjuangan. Semester ini aku harus mengerjakan skripsi ku sebagai syarat kelulusan dan dua mata kuliah yg harus kuselesaikan. Sebuah perjuangan besar dan berat ku lakukan demi mengabulkan keinginan keluarga dan orangtua ku untuk lulus tahun ini (2014). Harapan besar mereka letakkan di pundakku untuk bisa lulus secepatnya dan mendapatkan pekerjaan untuk bisa membantu finansial keluarga. Namun jauh dari itu semua keinginan ku untuk segera lulus secepatnya dikarenakan ku ingin melihat orangtua ku ada di acara wisudaku nanti. Aku tidak tahu apa yg akan terjadi di kemudian hari, aku selalu berdoa orangtua ku diberi umur panjang untuk dapat melihat ku lulus dan wisuda.
Skripsi ku kerjakan dengan susah payah, tahap demi tahap harus ku selesaikan dengan pengorbanan yg gk gampang karna aku juga harus menyelesaikan dua mata kuliah. Terjaga di larutnya malam pun menjadi hal yg biasa bagiku demi sebuah bab dalam skripsi. Belum lagi tugas-tugas dari 2 mata kuliah yg ku ambil semester ini yg tidaklah ringan menurutku. Semua ku kerjakan dengan perjuangan yg berat.
Impian untuk sidang tahun ini pun sirna sudah terhapus oleh sebuah huruf E. Huruf E yg dengan seratus tugaspun tidak dapat di rubah menjadi D apa lagi C. Jika aku boleh jujur dalam tulisan ku ini, sungguh aku merasakan sakit yg teramat dalam saat mendengar perkataan dosen tersebut. Tidak hanya disitu bahkan ia berkata “ ya udah kamu ngulang aja semester depan, tapi jgn ngambil sama saya lagi, kapok". Hingga detik inipun aku masih bingung akenapa nilai itu bisa diberikan padaku. Padahal selama menjalankan perkuliahan jangankan bolos, telatpun aku tidak pernah dan semua tugas serta ujian ku kerjakan dengan integritas penuh.
Perjalanan hatiku tidak berhenti sampai disitu. Sungguh aku  merasa bersyukur memiliki Allah yg mampu melihat ke depan jauh melebihi ku. Aku pun sadar, dibalik itu semua Allah memiliki rencana yg jauh lebih besar dan lebih indah dibanding diriku yg terbatas ini. Hingga pada suatu malam dalam saat teduh ku Tuhan berbicara pada ku bahwa Ia memiliki sebah rencana besar dalam hidupku ketika aku harus menunda kelulusanku menjadi tahun depan. Dalam saat teduh ku aku mendapatkan sebuah perikop alkitab yg bercerita tentang Yesus yg menunda kedatangannya untuk ke rumah Lazarus, padahal Ia mengetahui bahwa Lazarus sedang sakit parah. Dan ketika Tuhan Yesus datang, Lazarus sudah meninggal. Banyak orang berpikir Tuhan Yesus terlambat, tapi ternyata KasihNya sungguh tidak pernah terlambat. Tapi sungguh suatu mukjizat yg luar biasa Ia kerjakan, Ia membangkitkan Lazarus yg sudah mati menjadi hidup.
Aku percaya ketika Allah menunda aku lulus tahun ini, seperti Tuhan Yesus yg menunda untuk datang menemui Lazarus padahal Ia tahu Lazarus sedang sakit, Allah memiliki rencana bahkan mukjizat yg luar biasa yg harus Ia kerjakan dalam hidup ku, seperti Lazarus yg dibangkitkan dari kematian. Dan Kasih Allah tidak pernah terlambat di hidupku. Setelah beberapa hari ku lewati Tuhan terus berbicara pada ku, sungguh suatu anugerah yg luar biasa ketika aku masih dipercayakan berada di kampus ini enam bulan ke depan. Aku sungguh percaya ini adalah suatu anugrah dari Allah aku di beri waktu emas (gold time) untuk melayani kampus ini enam bulan ke depan, mengingat aku masih memiliki 4 orang akk dimana mereka adalah anak angkatan 2013 yg masih butuh waktu panjang untuk ku bina.
Setelah ku sadar Allah sungguh mengasihiku dengan memberikan dan mempercayakan enam bulan kedepan untuk ku melayani di kampus ini, merupakan suatu keegoisan jika ku tidak mengasihi dosen ku tersebut. Dan dengan kasih Allah yg kuterima akupun mengasihi beliau dengan mendoakan dan memaafkannya. 
Dan saat itu akupun mulai melihat buah-buah dr hasil pelayananku yg Tuhan anugerahkan. 4 org anak kelompok kecil (akk) ku mengalami pertumbuhan rohani. Hingga suatu ketika dengan rasa syukur ku melihat mereka hidup dalam Tuhan dan hidup mereka untuk melayani Tuhan. Dan yg lebih luar buasanya lagi 8 org AKK ku, semuanya, kami bisa selesaikan seluruh MHB. 
Kelulusan bisa saja tertunda tapi Kasih dan Anugrah Allah ini sungguh indah pada waktunya.
Mujizat dan karya Allah ternyata tidak berhenti disitu. Dalam 6 bulan masa perpanjangan kuliahku, aku mendapatkan pekerjaan. Sungguh luar biasa Tuhan jawab doaku pada masa lalu yaitu "dapat pekerjaan sebelum lulus". Aku pun tersadar dibalik air mata Tuhan sediakan mata air kehidupan bagiku. Disaat org lain lulus kuliah dan jadi pengangguran tapi tanganNya telah bekerja dahsyat utk ku bisa bekerja. 
Semester terakhir ini kuselesaikan dengan kekuatan dari Allah tentunya. Kuliah, skripsi, pelayanan, pekerjaan, dan keluarga, merupakan beban yg tidak ringan untuk aku selesaikan. Namun dalam anugerah Tuhan ku mampu lewati semua.
Andai waktu itu aku lulus tepat waktu, aku tidak akan bisa melayani 4 org anak kelompok kecil ku dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan langsung.
Akhirnya pun ku menemukan jawaban yg terindah dari Allahku. “Terima kasih Tuhan untuk anugerah enam bulan kedepan yg Kau berikan dan Kau percayakan untuk ku tetap berkarya, berjuang, bekerja dan melayani di kampus dimana Kau tempatkan ku. Dan ku percaya, seperti Lazarus, rencana besar dan dahsyat telah Kau sediakan untuk masa depanku.”


Let’s sing:
“Kusembah Engkau Yesus, hanya Engkau Allah dihudupku, tiada yg lain  hanya Kau, hanya Engkau Tuhan.”
“Hanya Kau yg menjadi tempat jawaban, Hanya Kau tempatku berharap, berjalan bersamaMu ku tak akan goyah, sbab tangan kasihMu tersedia bagiku s’lamanya Kau ku cinta.”
“Walau ku melangkah dalam tekanan, badai pencobaan datang menghadang, yg aku percaya dalam hadiratNya ada kekuatan yg baru”
“Ku kan terbang tinggi bagai rajawali di atas segala persoalan hidup ku, dan aku percaya saat ku bersama Dia, tiada yg mustahil bagi Dia.”
Yesaya 55:8-9
Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancangan Ku dari rancanganmu.”

Wipe the tears, open the eyes, and face the future with Jesus Chirst. Praise the Lord J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...