Nama
adalah sebuah identitas seseorang atau suatu benda. Setiap sesuatu pasti
memiliki nama, apakah nama tersebut sudah ada sejak awalnya atau diberikan oleh
seseorang yg menemukan atau yang memiliki. Adapula istilah yg mengatakan
“apalah arti sebuah nama”. Ungkapan ini berarti suatu nama tidaklah penting
tapi yg lebih penting adalah yg memiliki nama tersebut. Apapun pendapat
seseorang tentang nama, itu adalah sebuah identitas yg dimiliki.
Kali
ini aku akan bercerita banyak tentang nama-nama ku. Nama-nama? Yaa, berarti ada
lebih dari satu nama. Sengaja aku menulis artikel ini bukan untuk memamerkan
siapa “aku” atau untuk suatu alasan “narsis” atau apalah itu. Namun aku
menulisnya untuk menggambarkan “aku” dimata mereka sekelilingku karna bukan
“aku” yg menamai aku tapi merekalah yg memberi nama tersebut kepada “aku”.
Melalui tulisan ini aku juga bermaksud memberitahu bahwa aku mengakui semua
nama yg ada pada diriku dan tidak ada satu namapun yg tidak “aku” akui.
Beberapa temanku beranggapan bahwa aku tidak mengakui nama-namaku lantaran aku
selalu menolak untuk dipanggil ini atau itu. Aku harap melalui tulisanku ini
mereka akan mengerti alasan selama ini aku menolak dipanggil demikian, walaupun
tidak semua alasan kutuliskan disini.
Aku
terlahir dengan nama “Yulita Lamtiur Saroha Saragih Turnip”. Itu lah nama yg
tertera di akte lahir ku. Yulita yg
diambil dari bulan lahirku yaitu bulan Juli.
Lamtiur (batak) berasal dari kata lam yg berarti semakin dan tiur yg berarti terang, jika digabung artinya
menjadi semakin terang. Kemudian Saroha (batak)berasal dari kata sa yg berarti satu dan roha yg berarti hati, ika digabung menjadi sehati. Tentu orang yg memberi ku nama Lamtiur Saroha memiliki alasan khusus
mengapa nama itu diberikan kepadaku. Alasan yg aku tahu adalah sebelum aku
lahir kondisi keluargaku tidak “Lamtiur Saroha” tetapi ketika aku lahir keadaan
tersebut berubah menjadi baik. Oleh karena itu aku diberikan nama tersebut
berharap aku akan terus membawa keadaan yg “Lamtiur Saroha”. (aminnnnnn)*walau
sedikit geer.. hahaha. Selanjutnya namaku adalah Saragih Turnip. Untuk nama yg satu ini aku tidak akan panjang lebar
menjelaaskan artinya, karna artinya dalah marga
dalam suku batak.
Seiring
berjalannya waktu aku pun mendapat nama-nama panggilan dari orang-orang.
Selanjutnya adalah nama-nama panggilan ku yg diberikan oleh orang-orang
sekelilingku, baik itu teman, saudara, tetangga, dll. Ada banyak nama panggilan
yang aku miliki namun aku akan menjelaskan satu persatu asal mula nama
tersebut, siapa yg memberikan nama tersebut dan arti namanya.
“aku” sejak kecil sudah dipanggil “juli” oleh
keluargaku. Itu adalah panggilan yg mudah bagi lidah mereka karna akan lebih
sulit untuk memanggil “yuli”. Waktu
kecil juga aku memiliki nama “ade i” nama
itu aku miliki karna ketiga kk dan abang ku mereka memiliki nama yg berakhiran
“i” sedangkan aku tidak, namun mereka mempunyai panggilan yg hanya satu huruf
seperti “kk E”, “kk A” dan “aku” ade I. Selain itu waktu SMP “aku” juga memiliki nama “Tomat”. Nama ini
diberikan oleh temanku, ia menamai “aku” tomat lantaran bentuk muka ku yg
seperti tomat (bulet). Karna tidak terima dinamai “tomat” lalu kunamai saja dia
“Cabe” kebetulan tubuhnya tinggi dan kurus seperti cabe kriting. Hahahaha...
teman-teman di kelas suka mengejek kita dengan kata “sambel”. Dari semua nama
yg “aku” miliki sebenernya nama itu yg paling berkesan bagiku... J
Selain
“tomat” aku juga punya nama “ta-ta”. nama itu sebenernya tidak ditujukan
kepadaku tapi aku dan temanku menujukannya kepaa orang lain. Nama itu mempunyai
kisah tersendiri bagiku yg jika kuceritakan disini tidak akan muat. Hahaha... J singkat cerita nama
itu adalah “umpatan” agar orang tidak mengenal siapa yg kita bicarakan (ketika
itu ada masalah yg tdak bisa aku ceritakan). Lama kelamaan “aku” sadar bahwa
bukan Cuma “dia” yg memiliki akhiran “TA” dalam namanya, ada 5 orang. Dan kami
pun menamai diri kami “ five-TA” yg terdiri dari filanta, ranita, yunita, novita, dan yg pasti “aku” yulita (“dia” yg aku maksud pastinya ada
diantara kelima nama2 tersebut). Sejak
saat itulah aku memiliki nama “ta-ta”. Karena masalah diataslah yg membuatku
selalu menolak untuk dipanggil “yulita” dan hanya orang-orang tertentu dalam
hidupku yg bisa memanggil ku dengan panggilan “ta-ta” atau “yulita”.
Itu
ketika aku SMP lalu aku masuk SMA dan memiliki nama “rosalinda”.. :-D ...
eiitss tunggu jangan langsung mengernyitkan dahi gitu tanda tidak cocok ... :-p
Nama itu diberikan oleh teman
SMAku, lantaran ketika dia menanyaka namaku “aku” menolak untuk memberitahu
nama asli ku (maksudnya sihh becanda bkn sombong). Kemudian entah siapa dan
darimana ada yg berteriak “rosalindaaaa” . Karna agak bete nanya nama tapi gk
dikasih tau yaudah dinamailah “aku” Rosalinda
oleh dia. *miripp dikit kannn.... hahahah :-D... Selain Rosalinda “aku” dinamai “mbak yul” oleh temen-temen paskib SMA.
Bahkan sampai saat ini mereka masih memanggilku dengan “mbak yul”
Nama lain yg
aku miliki adalah “Juwita” yg diberikan oleh tetangga ku sewaktu aku masih
kecil. “ita” diberikan oleh tetangga ku yg lain. “julita” yg menamainya adalah
teman abangku, kemudian “lita” aku lupa siapa orang yg telah menamai itu. “aku”
tidak tahu alasan mereka menamai ku sperti itu mungkin mereka tidak bisa bicara
“yulita” dengan normal. Hahahah,,, Ada lagi “tu-ti” kepanjangan dari “tukang
tidur”. Dari artinya saja pasti sudah tahu alasannya. :-D
Berikut adalah
nama-nama panggilan yg aku miliki lamtiur, tiur, saroha, turnip. Mereka
mengambil nama belakangku. Ohhh yaa hampir terlupakan, ada satu nama lagi yg menurutku
perlu ditulis yaitu “ribka”. Ribka adalah
nama baptisku. Jika digabung dengan nama lahirku menjadi “ribka yulita lamtiur
saroha saragih turnip”. Cukup panjang juga ya namanya, sepanjang itulah
perjalanan nama ku.
Nama apapun yg
ingin kalian berikan kepadaku “aku” tidak akan menolak. Karna nama itulah yg
menggambarkan “aku” dipikiran kalian. DAN Siapapun nama “aku” baik itu yulita,
tiur, lita, ita, juwita, julita, ta-ta, ribka, tomat, rosalinda, ade i, tu-ti,
juli, dll PLEASE CALL ME “YULI”
without “TA”
That’s it.
Enough.