Aku agak lupa apa sebelumnya aku
pernah menuliskan tentang ini. Tapi yg jelas saat ini aku ingin berbagi kepada
kalian semua tentang sebuah pelajaran kehidupan yg kudapat dari alam. Pastinya
kita semua sudah tahu apa itu daun kering dan apa itu emas. Daun kering yg
sudah tidak berguna lagi, kering dan sudah terpisah dari pohonnya. Emas, logam
mulia yg sangat berharga semua orang mengingininya bahkan harganya pun tidak
murah. Kali ini mari kita belajar dari kedua benda tersebut.
Menjadi daun yg kering lebih baik
daripada menjad emas yg tersimpan. Daun yg kering memang dianggap sepele tapi
lihatlah ia ketika sudah terjatuh ke tanah membusuk dan akhirnya menjadikan
tanah itu menjadi subur sehingga dapat ditanami kembali. Ia secara tidak
langsung memberikan manfaat kepada yg lain. Sedangkan emas, ia memang lebih
bernilai dibandingkan dengan daun kering. Namun apa gunanya ketika emas itu
hanya disimpan? Tidak ada gunanya kan, kalaupun dipakai hanya dapat menghias
sipemakainya saja tapi untuk orang lain belum tentu memberikan manfaat.
Sama seperti mereka berusahalah
menjadi daun yg kering. Artinya adalah sekalipun kita adalah orang yg dianggap
sepela dan tidak berguna, atau merasa tidak memiliki talenta, tapi mau
memberikan diri untuk “membusuk” seperti daun sehingga dapat menjadi berkat
untuk orang lain. “membusuk” disini berarti mau berkorban untuk belajar dan mau
diajar. Kita semua memiliki talenta. Sekecil apapun talenta yg kita miliki
pergunakanlah itu untuk kemuliaan Tuhan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Jangan sampai kita menjadi emas yg
tersimpan, memang berharga tapi tidak memberikan manfaat jika hanya disimpan.
Artinya adalah talenta atau sesuatu yg berharga yg kita miliki jika tidak
digunakan akan sia-sia saja. Pergunakanlah talenta yg sudah Tuhan anugerahkan,
jgn sampai “emas” itu kita simpan terus menerus dan akhirnya sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar