Kamis, 02 Maret 2017

Bangkit Walau Sulit

Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku masih tetap merindu menangis akan dirinya, kini di pagi ini ku coba untuk berdiri dan bangkit dari keterpurukan. 
Sedih memang ditinggal oleh orang yg kita sayangi. Raga seperti hilang, separuh jiwa seperti ada yg mencuri, dan hati enggan tuk pergi dari kesedihannya. Namun ku sadar akan lebih menyedihkan jika ku terus hidup dlm keterpurukan dan kegalauan ini. 
Walaupun sulit, ku harus bangkit. 
Itu yg kupikirkan sekarang. Berbagai cara ku lakukan tuk bangkit. 
Menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan di kantor menjadi hal wajib yg kulakukan tiap hari. Walau bayangnya tetap menghantui.
Pergi "nongkrong" sepulang kerja bersama teman2 ku lakukan untuk menghibur diri ini. Walau saat tengah malam ku tiba di rumah, air mata tetap ingin bertamu di pipiku.

Pergi ke berbagai tempat, kemana saja, ku lakukan untuk bisa melupakannya. Walau sesekali teringat segala kenangan di tempat itu. 
Me-non-aktifkan segala media sosial dan chat walaupun keinginan untuk tahu ttg nya melalui medsos sebesar markapada ini. 
Bahkan memutuskan untuk "hibernasi" sesaat dr kegiatan yg memungkinkan untuk bertemu dengannya. 
Percayalah, semuanya itu kulakukan dengan berat hati dan terpaksa. Tidak mudah memang, tapi life must go on. 
Butuh waktu lama memang untuk bisa move on, tapi jika tidak dimulai dr sekarang dan dari diri sendiri kita akan terus berada di bawah bayang masa lalu. Padahal masih ada masa depan yg cerah di depan jika kita mau meninggalkan masa lalu. 
Walau sesekali aku masih sering terjatuh seperti air mata yg jatuh di pipi, ku masih punya kedua tangan untuk mengusap air mata itu, demikianlah ku bangkit karna ku masih memiliki "tangan" yg membantu ku bangkit. "Tangan2" itu adalah mereka yg selalu ada di sampingku memberikan pundaknya tuk ku bersandar. 




Dan mengenai rasa sayang yg masih ada di hati... Sudah pasti sekali sangat sulit untuk dihilangkan.
Menghilangkan rasa sayang di hati seperti menghilangkan udara disekitar kita.
Tidak mudah memang tapi pasti akan terganti seperti udara yg berganti di pagi hari ini. Biarkan waktu yg mengikis rasa yang di hati. Jangan paksakan ia untuk pergi karna suatu saat akan tergantikan oleh yg lain, seperti udara disekitar ku ini.
Ia yg pernah ada di hatiku biarkan saja tetap bersemayam sekuat ia bertahan. Kelak sang waktu kan mengikisnya sedikit demi sedikit hingga lenyap sama sekali.
Bangkit walau sulit menjadi keputusan terberat ku di pagi hari dengan derasnya hujan ini. Walau mentari tiada bersinar karna tertutup awan -seperti itulah hatiku - ku tetap hrs mencoba tuk bangkit.
Usap air mata, tegakkan kepala, bentangkan tangan & rasakan derasnya hujan dipagi hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...