Sabtu, 13 Mei 2017

Membunuh Waktu, Menikam Kenangan

Life must go on.
Kehidupan harus terus berlanjut. aku gak bisa terus disini saja meratapi kesedihan dan terus menerus menangisi yang telah pergi.

Ku coba tuk membunuh waktu dan menikam setiap kenangan yang pernah tergores oleh pena asmara bersamanya. Seribu pasti itu sulit sekali, tapi harus ku lakukan semampu yang ku bisa. Walau terkadang bayangnya terus melintas di pikiranku dan seketika itu air mata menjadi tamu tak di undang di pipiku, aku mencoba tuk bangkit mentap kedepan.

Lepaskan ia yang ingin pergi dan ku hanya mengiringi nya dengan doa. bilamana suatu saat nanti ia ingin kembali - ini adalah hal yang sangat mustahil- aku pun belum tahu apa yang harus ku lakukan karna menurutku itu suatu ketidakmungkinan.

Sama seperti burung. kita tak bisa menahannya terbang di atas kepala kita tapi kita bisa menghalaunya saat hinggap di kepala kita. Begitupun kenangan. kita tak bisa menahan kenangan muncul di pikiran kita tapi kita bisa mengusirnya agat tidak bersemayam di pikiran kita. 

Selamat jalan. Selamat tinggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...