Selasa, 29 Agustus 2017

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah gw kunjungi dari berbagai kota, tapi kali ini gw pengen mulai bercerita tentang liburan panjang akhir pekan gw ke kota yang terkenal dengan Bakso nya ini, Malang.

Liburan kita dimulai tanggal 21 April 2017, tepatnya jam 18.00 kita udah harus kumpul di Stasiun Senen. Gue pikir gue bakalan telat dateng kesana walaupun sudah ngebut naik ojek online nya, eehh ternyata ada yang lebih telat lagi yaitu Jojo. Untungnya sih dia gak ketinggalan kereta, yang pertama sampe stasiun tentunya bukan gw, yaitu Mariani, cewe batak satu ini emang agak nyablak kalo ngomong tapi itu bikin perjalanan kita jadi rame. Setelah Mari (sebutan akrab untuk Mariani) sampai disusul sama TKK gw Yesy yang dianterin sama cem-cemannya (eeehhm.. eehhmm..) Barulah gw sampe disusul sama kak Floren, Ririn, dan kak Mernytha.

Perjalanan yang kita tempuh dengan kereta cukup lama sekitar 15 jam baru sampe Malang. Walaupun lama, tapi gak ngebosenin guys, karna kartu-kartu UNO nemenin perjalanan kita. Yang paling seru saat di kereta adalah hukuman bagi yang kalah harus turun di stasiun selanjutnya. Beeuuh.. ngeri banget kan hukumannya. Eeiittss,, tapi tunggu dulu itu gak seperti yang kalian bayangkan kok. yang kita maksud itu kaya di video ini guys...

 


 

gimana seru kan...?

Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya sampai juga kita di kota Apel, yaitu Malang, sekitar pagi jam 10an. Berhubung perut kita udah pada keroncongan, akhirnya kita putuskan buat makan dulu di Bakso President. Tempat makan ini cukup terkenal dan lumayan enak, harganya juga eehhm... yaahh lumayanlah... Tapi sayangnya pas kita dateng itu lagi libur panjang jadi antriannya bukan main panjangnya, ditambah lagi ada rombongan emak-emak yaudah deh kita ngalah aja ngantrinya.

tiba di Stasiun malang



Day 1, 22 April 2017

Setelah kenyang makan bakso, kami lanjut untuk ke penginapan di daerah Jl. Soekarno Hatta. setelah check in kita langsung siap-siap untuk destinasi pertama yang akan kita kunjungi yaitu Museum Angkut. Tapi lagi - lagi kita belum beruntung guys, antrian untuk masuk kesana itu panjang bangeeeet dan salahnya kita dateng udah siang sekitar jam 12an.

Setelah berunding, akhirnya kita putuskan untuk ke Coban Rondo. Coban Rondo merupakan destinasi air terjun terkenal di kota Batu, Malang. Kami tiba disana sudah agak sore sekitar jam 2an. Percikan air terjun ditambah suara air yang mengalir seakan membayar rasa lelah kita selama perjalanan dari Jakarta hingga Malang.

Mata kita pun dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dan menyejukan mata, dimana sekeliling ditumbuhi pepohonan.
Hal yang paling disayangkan adalah kita tidak membawa baju ganti karena rencana untuk mengunjungi air terjun sebenernya esok hari. Alhasil kita hanya berfoto-foto ria walaupun cipratan air dari tingginya tebing membasahi baju kita juga.. yaa setidaknya kan nggak basah kuyup kaya maen aer...





Puas foto-foto kita langsung ke Labirin. Tempatnya ini nggak jauh koq dari air terjun, cukup jalan kaki sekitar 5-10 menitan lah... di sini kita dipisah menjadi dua tim, tim pertama yang akan mengarahin jalan dan tim ke dua yang duluan "berpetualang" di labirin.
Gw sendiri kedapetan di tim dua bareng sama Ririn, dan kak Mernyta. So, kami jalan duluan menelusuri pepohonan yang berliku-liku sambil ngikutin arahan dari tim satu yg posisinya ada di atas kami. Dan begitu sebaliknya saat tim satu yang terdiri dari kak Floren, Mari dan Jojo dan Yesy menelusuri labirin. Kedua tim sih berhasil nemuin jalan keluar tapi gagal untuk nemuin air mancur yang tepat berada di tengah-tengah labiri.

Nah, setelah tim gw dan tim nya  Kak Floren kelar, Kita semua mencoba nelusurin labirin tanpa arahan dari siapapun. dengan kata lain modal insting bersama aja. Ehh ternyata justru saat gak diarahin malahan kita berhasil nemuin air mancur yang di tengah labirin.



Puas "berpetualang" di labirin, kita lanjut jalan kaki ke Daun Coklat. Menurut gw sih tempatnya ini cocok banget buat kalian yang hobi foto. Dari ketinggian kita bisa melihat  hamparan pepohonan, bunga, dan hiasan-hiasan alam lainnya.







Sekitar jam 6an sore kita balik ke penginapan dan bersiap untuk perjalanan berikutnya yaitu, Batu Night Spectacular (BNS). Sebelum nikmati malam disini yang pasti kita isi perut dulu nih. Kita makan  percis di depan BNS, kalo soal harga menurut gw sih gak terlalu nguras kantong banget disini. Kenyang abis makan, saat nya masuk BNS, harga tiketnya seinget gw sekitar 40 ribu guys. Tapi disini kita cuma bisa menikmati wahana rumah kaca dan wahana yang serem gw lupa apa namanya, soalnya kalo tiap kita mau nikmati wahana disini kita harus bayar lagi. Daripada sayang udah bayar tiket masuk, mending kita nikmati lantunan lagu-lagu dan lampu - lampu disana.


Setelah capek keliling-keliling BNS, saatnya kita pulang. Dan Bobo Cantik :)

Day 2, 23 April 2017

Ini dia hari yang ditunggu-tunggu, karena hari ini kita akan mendaki gunung Bromo guys. Gunung yang terletak Jawa Timur ini memiliki sunrise yang amazing banget deh indahnya. Tapi untuk bisa nikmati sunrise di gunung Bromo kita harus berangkat tengah malam dari penginapan, kemudian berganti mobil jeep dan naik keatasnya saat subuh.
Ini adalah pertama kalinya gw naik gunung, dan pertama kalinya gw ke Bromo,,, Sumpahh deh keindahannya bikin gw spechless...


Pasir Berbisik

Keseruan di Pasir Berbisik

Melompat lebih tinggi

Say cheeeseeee...

me and my self



Di Gunung Bromo



Pemandangan Gunung Bromo saat pagi hari

Nikmati keindahan Bromo

Rasakan sejuknya udara pegunungan

Mengabadikan setiap keindahan alam

Sejenak berdiam


















































Di Kawah Gunung Bromo

Lelahnya perjalanan mendaki gunung Bromo, terbayar oleh indahnya pemandangan kawah gunung Bromo yang bisa dilihat hanya dari puncak gunung. Seakan hilang sudah rasa capek menempuh pendakian yang lumayan jauh menurut gw yang baru pertama kali naik gunung. Tapi itu semua dibayar lunas dengan pesona kawah Bromo yang tiada duanya guys...

berlatarakan kawah Gunung Bromo



Wefie saat di puncak gunung Bromo


Menjelang sore hari kami dan setelah puas menikmati pemandangan dari puncak gunung, kamipun turun untuk kembali ke penginapan. Sebelum meninggalkan kawasan Gunung Bromo, kami  beristirahat sejenak sambil menikmati bakso Malang. Rasa lelah tentu menyelimuti kami semua, jadi tidak heran sepanjang di mobil jeep kami semua tertidur pulas.



Day 3, 24 April 2017

Sesuai dengan rencana kami diawal bahwa hari ini kita akan mengunjungi Museum Angkut yang waktu itu tidak bisa kami kunjungi lantaran pengunjung yang membludak. Belajar dari hari kemaren, kami pun memutuskan berangkat lebih pagi supaya ngantrinya gak kelamaan. Ternyata tidak disangka-sangka bisa dibilang kita pengunjung yang berhasil masuk duluan.

Kami sangat diuntungkan datang lebih pagi, yaitu puas untuk foto-foto dimana saat itu belum rame pengunjung, bisa dibilang kita yang pertama dateng hari itu. jadi bebas pilih foto dimasa saja tanpa ada orang yang ganggu. Moment sepi itu pun kita manfaatkan untuk berburu foto dan menikmati setiap koleksi yang ada di Museum Angkut.
Miniatur pesawat kepresidenan di Museum Angkut
Jalanan menyerupai kota London

berlatarkan "Buckingham Palace"

wahana permainan yang ada di Museum Angkut

Di museum ini kalian seakan di bawa berkeliling dunia melihat gambaran berbagai negara dari segi kendaraan negara tersebut, contohnya:
Seperti di Inggris bukan???


Seakan-akan ada di HOLLYWOOD cuy...

Suerrr... bukan kami yg merubuhkan Tembok Berlin
Ni hao ma? 

dan... masih banyak tempat - tempat menarik lainnya yang bisa kamu nikmati di Museum angkut ini...

Selesai dari Museum Angkut, tandanya liburan gw di Malang akan berakhir, secara ini adalah hari terakhir kami liburan di Malang. Selain tempat - tempat diatas yang gw kunjungi, gw dan temen-temen lainnya nya juga ber wisata kuliner disana, Contohnya aja saat menikmati es krim di toko Oen. Toko Oen ini sangat terkenal guys di Malang, bisa dibilang toko Eskrim tertua di Malang. Gimana gak tua, toko ini berdiri wwaktu masih jaman Belanda, yaitu tahun 1930. Kalo sekarang berarti umurnya sudah... eehhmm Itung aja sendiri, pokoknya banyak.

WELL, gw gak mau panjang kali lebar lagi cerita disini, secara kalian juga pasti akan bosen bacanya. Jadi itu tadi cerita liburan gw ke Malang, asyik, seru, ditambah temen-temen yang gokil bikin jalan-jalan gw makin rame dan berwarna.

Salam dari kami... 
Sampai jumpa di cerita kota berikutnya...

Sabtu, 13 Mei 2017

Membunuh Waktu, Menikam Kenangan

Life must go on.
Kehidupan harus terus berlanjut. aku gak bisa terus disini saja meratapi kesedihan dan terus menerus menangisi yang telah pergi.

Ku coba tuk membunuh waktu dan menikam setiap kenangan yang pernah tergores oleh pena asmara bersamanya. Seribu pasti itu sulit sekali, tapi harus ku lakukan semampu yang ku bisa. Walau terkadang bayangnya terus melintas di pikiranku dan seketika itu air mata menjadi tamu tak di undang di pipiku, aku mencoba tuk bangkit mentap kedepan.

Lepaskan ia yang ingin pergi dan ku hanya mengiringi nya dengan doa. bilamana suatu saat nanti ia ingin kembali - ini adalah hal yang sangat mustahil- aku pun belum tahu apa yang harus ku lakukan karna menurutku itu suatu ketidakmungkinan.

Sama seperti burung. kita tak bisa menahannya terbang di atas kepala kita tapi kita bisa menghalaunya saat hinggap di kepala kita. Begitupun kenangan. kita tak bisa menahan kenangan muncul di pikiran kita tapi kita bisa mengusirnya agat tidak bersemayam di pikiran kita. 

Selamat jalan. Selamat tinggal.

Kamis, 02 Maret 2017

Bangkit Walau Sulit

Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku masih tetap merindu menangis akan dirinya, kini di pagi ini ku coba untuk berdiri dan bangkit dari keterpurukan. 
Sedih memang ditinggal oleh orang yg kita sayangi. Raga seperti hilang, separuh jiwa seperti ada yg mencuri, dan hati enggan tuk pergi dari kesedihannya. Namun ku sadar akan lebih menyedihkan jika ku terus hidup dlm keterpurukan dan kegalauan ini. 
Walaupun sulit, ku harus bangkit. 
Itu yg kupikirkan sekarang. Berbagai cara ku lakukan tuk bangkit. 
Menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan di kantor menjadi hal wajib yg kulakukan tiap hari. Walau bayangnya tetap menghantui.
Pergi "nongkrong" sepulang kerja bersama teman2 ku lakukan untuk menghibur diri ini. Walau saat tengah malam ku tiba di rumah, air mata tetap ingin bertamu di pipiku.

Pergi ke berbagai tempat, kemana saja, ku lakukan untuk bisa melupakannya. Walau sesekali teringat segala kenangan di tempat itu. 
Me-non-aktifkan segala media sosial dan chat walaupun keinginan untuk tahu ttg nya melalui medsos sebesar markapada ini. 
Bahkan memutuskan untuk "hibernasi" sesaat dr kegiatan yg memungkinkan untuk bertemu dengannya. 
Percayalah, semuanya itu kulakukan dengan berat hati dan terpaksa. Tidak mudah memang, tapi life must go on. 
Butuh waktu lama memang untuk bisa move on, tapi jika tidak dimulai dr sekarang dan dari diri sendiri kita akan terus berada di bawah bayang masa lalu. Padahal masih ada masa depan yg cerah di depan jika kita mau meninggalkan masa lalu. 
Walau sesekali aku masih sering terjatuh seperti air mata yg jatuh di pipi, ku masih punya kedua tangan untuk mengusap air mata itu, demikianlah ku bangkit karna ku masih memiliki "tangan" yg membantu ku bangkit. "Tangan2" itu adalah mereka yg selalu ada di sampingku memberikan pundaknya tuk ku bersandar. 




Dan mengenai rasa sayang yg masih ada di hati... Sudah pasti sekali sangat sulit untuk dihilangkan.
Menghilangkan rasa sayang di hati seperti menghilangkan udara disekitar kita.
Tidak mudah memang tapi pasti akan terganti seperti udara yg berganti di pagi hari ini. Biarkan waktu yg mengikis rasa yang di hati. Jangan paksakan ia untuk pergi karna suatu saat akan tergantikan oleh yg lain, seperti udara disekitar ku ini.
Ia yg pernah ada di hatiku biarkan saja tetap bersemayam sekuat ia bertahan. Kelak sang waktu kan mengikisnya sedikit demi sedikit hingga lenyap sama sekali.
Bangkit walau sulit menjadi keputusan terberat ku di pagi hari dengan derasnya hujan ini. Walau mentari tiada bersinar karna tertutup awan -seperti itulah hatiku - ku tetap hrs mencoba tuk bangkit.
Usap air mata, tegakkan kepala, bentangkan tangan & rasakan derasnya hujan dipagi hari.

Senin, 27 Februari 2017

Amarah Terpendam

Seharusnya tak disini
Seharusnya tak begini
Lelah sangat hati
Menangis perih dalam batin ini
Lakukan ini
Salah
Lakukan itu
Salah
Ingin ini
'Gak boleh'
Ingin itu
'Gak boleh'
Dalam ratap ku menatap
Adakah harap yg terhisap?
Cambuk yg membekas
Goreskan pilu tiada batas
Ingin ku usir mereka
"Pergi sana"
Namun diam lebih kuat dari amarah
Mau ku pergi jauh
Menghilang tiada berjejak
Namun duduk lebih pekat dari berlari
Bumi tak lagi mampu menahan rasa
Terlalu gulana rembulan menghadapinya
Bisiknya "segeralah berakhir"

Selasa, 21 Februari 2017

Di Bawah Halte

5 Januari 2017.


Ku terdiam dalam hiruk - pikuk kota.
Mengamati setiap insan yg berlalu - lalang
Dipinggir jalan, di bawah halte, siang itu entah apa yg terjadi di hatiku.
Bergejolak tak karuan ingin menumpahkan semua air mata.
Begitu banyak duri tertusuk di daging. Ingin ku cabut semuanya, namun ku malah berdarah.
Ke atas ku menatap, hamparan gedung2 pencakar langit hiasi kota.
Ingin ku berada disana, tapi apalah daya di bawah halte ku bersajak.
Oh kota, sibukmu ingin ku raih, gerakmu ingin ku dapat.
Bersabar, mungkin itu yg Tuhan mau.
Tapi sampai kapan?
Dimana insan ini harus berada?
Bagai musafir ia berkeliling kota
Mencari sebiduk gerak kota
Akh, insan, kuatkan hatimu
Sendu pasti berlalu
Kelak kau kan terharu
Bila telah tiba sang waktu
Dan pastikan kau disitu
Di bawah halte itu

Selasa, 07 Februari 2017

Rintihan Hati yg Tersakiti

Dengarlah duhai sayang...
Rintihan hati yg kau sakiti
Di tiap malam ku merindukanmu
Di tiap malamku menetes airmata mengingatmu
Di tiap tidurku, wajahmu hadir dlm mimpi
Sedetikpun kau tak pernah hilang dari pikiran ku
Kau yg ku sayang pergi meninggalkanku sendiri
Kau yg datang membawa cinta
Kini musnah bersama ego mu
"Maaf" hanya itu yg kau ucap
Namun sakit itu yg ku rasa teramat sangat
Sayang, haruskah ku menunggumu dgn kesakitan ini?
Atau haruskah ku melupakanmu dgn ketidakmampuan ku melakukannya?
Jawab aku...

Senin, 06 Februari 2017

Diam

Ingin ku tahu...
Tapi ku enggan bertanya
Karna ku takut
Jawabmu kan menyakitkanku...

Minggu, 05 Februari 2017

(4)18 15 14 1 12 4

Kering sudah air mataku karna dirimu
Habis sudah daya ku karna dirimu
Hilang sudah harapku akan dirimu
Saat kau pergi, ku tetap disini menanti
Saat kau berubah, ku tetap sama seperti ini
Saat kau hilang, ku tetap ada di tmp ini
Kasih, sakit yg kurasa
Separuh diri ini kau bawa pergi
Bisakah kembali seperti yg dulu?
Mungkinkah datang dirimu saat ku menunggu?
Jawab aku tak tahu
Resah itu yg ada
Gulita aku melihat

Jumat, 03 Februari 2017

Five Years Ago (move on)

31 Januari 2017

Today is the end of January.
I still remember, 5 years ago in January I "lost" for 3 months. I left Jakarta and no one knew where I was at that time.
My phone full of call & text from my friends just to asked "where are you". But I didn't give respond anything.
My socmed full of comments "what's wrong with you, where are you, are u ok"
I left my home, I left my services, I left my campus, I left my friends, and all things.
And I still remember, how crazy I am at that time, waiting someone in airport until mid night. But that one didn't come. So, I took my steps to plane alone and I couldn't stop my tears.

But now, I realized, how stupid & crazy I  am at that time.
Yesterday, It was the sadest moment in life.
Today, It is the funniest moment in life.
Tommorow, it will just a story which nothing of meaning.

Stupidly I thought I couldn't move on, but TIME always be the best answer.
Stupidly I want to wait for that one in my whole life. Sooo stupid.
Stupidly I didn't want to open my life to another one.
But everything has changed. I have moved on. I'm not waiting for that one anymore. And I've opened my life for the best one.
Now, proudly I declare that I have moved on!!!

Senin, 23 Januari 2017

Tetes

Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes

Tak tahan, menetes air mata ini.
Jatuh basahi pipi.
Menurun membasahi bantal tidur ku.
Di kamar yg gelap ini hanya suara jarum jam yg terdengar menemaniku. Tak ada lagi kehangatan suaranya yg berisikan sayang.
Terlintas di benak segala kenangan indah dengannya. Membawa airmata ini semakin jatuh menetes.
Ia yg dulu memberi cinta, ia pula yg pergi membawa cintanya.
Oh ya Tuhan, betapa sakit yg ku rasa. Ia yg ku sayang, ternyata menyayangi yg lain, masa lalunya.
Betapa hancur hati ini kala itu. Hanya air mata yg setia datang membasahi pipiku.
Tak ingin hati tuk melepasnya pergi.
Andai ia tahu betapa ku menyayanginya.
Andai ia tahu betapa ku tak ingin kehilangannya.
Tuhan,,, aku gak kuat... kenapa masalah bertubi-tubi datang tiada henti.
Seperti hujan, masalah demi masalah membanjiri hidupku.
Mulai dari mama yg jatuh dan lumpuh, masalah dgn abgku, ditambah lg aku yg blm juga mendapatkan pekerjaan, kemudian di tambah dengan masalah penyakit parah di tubuh kaka ku, dan kini yg membuat ku semakin tidak sanggup ialah dia yg kusayangi telah berubah hatinya tak lagi seperti dulu.
Setelah ini, apa lagi ya Tuhan? Begitu sayangnya kah Kau padaku hingga Kau ijinkan aku di titik terendah dlm hidupku???

Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes

Maafkan ku bantal, kau basah karna air mata ini.

Minggu, 22 Januari 2017

Four years for strugle




27 Mei 2015
Hay guys, udah lama nih gw gk nulis di blog gw ini. Maklum "sibuk". Tapi kali ini gw mau nulis tentang perjalanan 4 tahun lebih gw kuliah di UNJ. Sebenernya nothing special sih selama 4 tahun kebelakang, tapi kenapa gw tulis disini? karna gw mau kasih liat betapa Tuhan gw unlimited saat gw berada di posisi limited.

Perjalanan 4 tahun lebih gw kuliah bukanlah perjalanan yang mudah untuk gw lalui banyak tantangan, perjuangan, kerikil, dll. Tapi meskipun demikian gw sangat bersyukur selama gw kuliah gw mendapatkan keluarga baru yang begitu sangat luar biasa. bahkan mereka mampu mengubah gw seperti sekarang ini. penasaran seperti apa 4 years for strugle gw? let's read this...


"pra-kampus"
sengaja sebelum gw cerita panjang lebar tentang perkuliahan gw, disini gw sekilas mau cerita sebelum gw masuk UNJ. Berawal dari gagalnya gw masuk UI lewat jalur SELEKSI MASUK UI (SIMAK UI) pada jaman itu, pada hal gw udah ikut les/bimbel persiapan SIMAK UI.Tapi apa boleh buat, Tuhan berencana lain. Jujur saat itu gw kalut, bingung dan sedih gw harus gimana. Singkat cerita gw memutuskan untuk ikut tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tanpa bimbel/les gw hanya mengandalkan Tuhan dan masa belajar selama 1 bulan. Puji Tuhan,  gw lulus tes ini dan masuklah gw di UNJ.

Semester pertama harus gw awali dengan Masa Pengenalan Akademik (MPA). Disinilah gw mulai mengenal temen-temen gw dan dunia kampus gw. Di semester awal ini gw banyak beradaptasi dengan dunia baru gw, mulai dari temen baru, lingkungan baru, cara belajar baru, semua nya serba baru. Waktu terus berjalan membawa gw menuju semester dua dimana gw sudah mulai menyesuaikan diri dengan kampus baru gw ini.

Anak-anak 10SA

Satu hal yang menurut gw paling menyenangkan adalah memiliki keluarga baru di kampus apa lagi mereka temen-temen seiman. Mereka adalah PMK UNJ. tempat dimana gw banyak menempa diri dan bertumbuh rohani gw. Setiap persoalan di semester ini mulai muncul tapi semuanya bisa gw lalui hingga gw beranjak ke semester tiga.
PMK FBS saat Natal UNJ 2010

Di semester tiga inilah gw merasakan perkuliahan yang sesungguhnya. Anugrah luar biasa di semester ini gw mulai dipercaya menjadi panitia dalam acara PMK hingga akhirnya gw dianugrahi pelayanan menjadi TK FBS. Sebuah anugerah yg luar biasa banget gw dipercayain disini. padahal kalo dipikir-pikir masih ada orang di luar sana yang lebih pantes dibanding gw. Disinilah gw mengenal lebih dalam tentang yang namanya pelayanan, kerohanian, dan iman gw pun mulai bertumbuh.
TK FBS 2011-20112


Bersama dengan Frans, Ivana, Lintang dan korfak kami ka floren, gw melewati pelayanan di semester tiga ini penuh suka dan duka. bahkan pernah suatu waktu gw terjatuh dalam pelayanan tapi mereka ada Tuhan pakai untuk membuat gw bangkit kembali. Di semester ini pula gw mulai "kehilangan" kebersamaan dengan temen2 di jurusan dan di kelas lantaran kesibukan gw menjadi TK sangat menyita waktu, pikiran, tenaga, dll. sehingga waktu untuk bisa bersama temen sekelas sangat sedikit sekali.



Hari-hari gw banyak diisi sama yang namanya kordinasi, harus dateng di rapat ini itu, nemenin latihan pelayan, harus ini itu dan masih banyak lagi. tidak heran setiap hari gw harus pulang hingga malam hari. Tapi inilah Unlimited Love yg Tuhan berikan ke gw, gw bisa melewati semua hingga akhirnya gw memasuki semester 4. Masih dengan pelayanan gw sebagai TK FBS dan status gw yang mahasiswa tingkat 2, Tuhan terus menunjukkan kasih dan kuasaNya yang luar biasa di hidup gw. bahkan saat gw udah gak mampu untuk berbuat apapun, ia yang turun tangan menolong gw.

Nggak perlah lepas dari pikiran gw betapa Tuhan selalu membantu gw melewati semester demi semester. terkadang gw berada di titik terendah hidup gw dalam menjalani perkuliahan, tapi berkat mereka, orang-orang yang Tuhan tempatkan di hidup gw yg membuat gw bisa bangkit kembali. semester 4 ini gw merasakan beratnya mata kuliah yang harus gw lalui, materi kuliah yang semakin sulitm tugas-tugas yang semakin banyak, belum lagi pelayanan yg harus gw jalanain saat itu menambah menjadi panitia di fakultas gw.

Bisa dibilang selama kuliah waktu gw banyak gw habiskan di kampus bersama temen-temen pmk. merekalah orang-orang yang luar biasa yang Tuhan tempatkan di hidup gw terkhusus anak-anak FBS nya. di akhir semester 4, gw harus mengakhiri pelayanan gw sebagai TK FBS di kampus. Jujur saat itu perasaan gw campur aduk antara seneng udah kelar jadi TK, sedih harus "pisah" sama mereka dan bingung karna gw diregenerasikan jadi CPKK.

memasuki tingkat tiga atau semester 5, semester yang semaki berat tentunya. Di semester lima ini gw mulai banyak kelimpungan sama yang namanya tugas, tugas, dan tugas. tiada hari tanpa tugas, mulai dari tugas presentasi, menghafal, analisis cerpenlah, novellah, harus baca teori ini itu, dan  masih banyak lagi yang bikin otak gue ngejelimet tiap malem.

Kalo sekedar tugas kuliah aja sih gk maslah banget yang bikin tambah pusing kepala adalah di semester ini gw juga menjadi Pemimpin Kelompok Kecil (PKK). lu semua yang tergabung atau pernah ikutan PMK pasti ngerti bangetlah  ya capek, stres, dan ribetnya jadi PKK. disaat lu lagi ngejar deadline ngumpulin tugas dan besok lu harus mimpin KK di hari itu juga lu akan merasa bahwa jam 2 malam adalah "siang"nya lu (a.k.a tugas+persiapan KK). Belum selesai sampai disitu terkadang harus merasakan gk enaknya "pembatalan" KK di hari H setelah semaleman lembur untuk mereka yang namanya AKK.

Tapi apa itu semua bikin gw galau? sedih? down? apa lagi putus asa? jawabannya TIDAK. Justru dengan beban yang lebih berat yang gw alami di semester ini menjadikan gw semakin kuat, tangguh dan dewasa dalam segala hal. Di semester ini juga gw nggak cuma bertambah ilmunya dalam bidang yang gw pelajari tapi juga bertambah dewasa dan semakin mengerti dengan dunia perkuliahan yang sesungguhnya.

meninggalkan semester lima dan memasuki semester enam, kembali gw melihat tangan Tuhan yang bekerja luar biasa di hidup gue. beban yang gw alami di semester ini tidaklah jauh berbeda dengan semester sebelumnya hingga gue memasuki semester tujuh atau tingkat akhir. disemester ini gw dengan temen-temen seangakatan yang lain mulai dipusingkan dengan urusan skripsi. selain skripsi, gw juga ngambil mata kuliah lain yang belum gw ambil di semester sebelumnya dan ada mata kuliah yang emang harus gw ulang karna tidak lulus.

Tugas demi tugas gw kerjain dan bab demi bab skripsi gw selesaikan hingga akhirnya gw memasuki semester akhir yaitu semester delapan. Disemester ini banyak hal yang gw alami dan tidak sedikit yang mengundang air mata. Bahkan kenyataan pahit harus nambah satu semester lagipun gw rasakan di semester delapan ini. ()

Dan tibalah gw di semester (beneran) terakhir ini. Segala hal tentang masa kuliah yang pernah gw letain mulai bermunculan di kepala gw. dan gw pun ngerasa waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa gw akan meninggalkan kampus yang telah banyak memberikan cerita di hidup gw ini.

Sakit dan getirnya menyelesaikan skripsipun gw alami selama dua semester ini. muali dari batal bimbingan, revisi yang nggak ada ujungnya, laptop rusak, ngetik ulang 3 bab skripsi, sakit karna tidak tidur, lembur yang lupa antara siang atau malam, dan berbagai hal yang mengundang air mata.

itulah 4 tahun lebih perjuangan gw dalam dunia kampus. ada suka, tak sedikit duka, terkadang datang air mata, namun selalu Tuhan sertai detik demi detik perkuliahan gw ini. hingga tiba saatnya sekarang gw memakai jubah kebanggaan mahasiswa (a.k.a toga).
Perjuangan pnajang selama 4,5 tahun bibayar dalam sehari saja dengan kebanggan di atas dada yang membawa ijazah dan raga yang dilindungi oleh toga.

semua hal yang udah gw lalui sepanjang kuliah tidak lepas dari campur tangan Tuhan yang luar biasa. Ia bekerja diluar kemampuan gw untuk mengerti akan semua hal. dan dengan pertolongannya yang ajaib selesailah sudah kuliah gw ini di UNJ. Gw yakin Tuhan Yesus yang sama saat menyertai perkuliahan gw Dia akan sertai juga kehidupan ge di depan. Masa depan gw pun hanya gw percayakan pada tanga yang tepat, yaitu tangan Tuhan Yesus Kristus.

Dan melalui blog gw ini, gw mau mengucapkan terimakasih yang tedalam untuk kalian yang sudah banyak membantu, mendukung, bahkan menoakan gw selama kuliah. Terimakasih juga untuk setiap hal yang bisa kita lewati bersama, tertawa bersama, capek bareng, gila bareng, bahkan pernah menangis bersama. itu semuanya gw bungkus rapat-rapat dan gw simpan dalam-dalam di dasar hati.

dan gw pun menyadari selama kuliah gw pasti pernah bikin salah sama kalian, melalui blog ini juga dan tanpa mengurangi rasa hormat pula gw mau minta maaf atas apapun kesalahan yang pernah gw buat ke kalian.

The last... But not the end, see you on the next story...

Beriku Jawab

Ya tuhan, aku gak tau apa yg sedang aku rasakan. Hati ini begitu sedih. Ingin rasanya ku menangis sampai puas ya Tuhan, tapi selalu saja ku tahan air mata ini di hati.
Tuhan, tiap saat ku memikirkan nya, tiap saat ku merindukannya. Tapi kini ia berubah.

Ya tuhan masihkah ia seperti dulu? Ia yg ku kenal begitu menyayangiku? Kenapa kini ia berubah? Hati ini begitu gundah ya Allah.
Haruskah ku pergi tinggalkannya? Atau haruskah ku bertahan? Begitu banyak tanya melintas di benak ini. Seribu tanya hadir tapi ku hanya perlu satu jawab.
Berikan ku jawab ya Tuhan...

Kamis, 19 Januari 2017


Diposting 2016.

Aku Kembali

Halooo para pembaca "Saxifrage" semua...
Gak terasa udah 2017 aja dan selama 2016, di blog ini, gw gak ada memposting apapun, baik itu puisi2, artikel, curhatan, ataupun cerpen, dll.
Tapi bukan berarti selama setahun itu gw gak ada nulis apapun. Hanya saja tulisan2 yg gw buat diposting di media sosial yg lain seperti instagram atau path.
Kalo ditanya kenapa gak posting disini, alasannya sih simple karna kesibukan kerja mungkin. Lagipula medsos memudahkan gw untuk memposting tulisan2 gw terutama yg berupa puisi2.


Dan di awal 2017 ini, gw pengen kembali lagi nih untuk memposting tulisan2 gw disini. Gak jauh berbeda dengan tulisan2 gw di tahun2 yg lalu, isi nya bisa curhatan, puisi, pemikiran gw, dll.
Yang pasti, disini gw cuma mau bilang "aku kembali" memposting tulisan2 disini. Udah kangen juga buat nulis lagi di blog ini. Beberapa tulisan gw di 2016 akan gw posting disini.
Untuk yg suka, silahkan baca dan untuk yg gak suka sama tulisan2 gw silahkan tinggalkan tempat ini. Hahaha
Terakhir, selamat membaca. :)

Selasa, 17 Januari 2017

Hati yang Malang

Dlm kesendirian ku terdiam
Menahan setiap rasa menyiksa
Ingin pecah
Hingga air mata tertumpah ruah
Hiruk - pikuk keramaian ku rasa sepi
Galau jiwa membunuh waktu
Tak tahu kata apa tuk melukis
Kegundahan yg merajalela di kalbu
Oh sungguh hati yg malang

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...