Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tak tahan, menetes air mata ini.
Jatuh basahi pipi.
Menurun membasahi bantal tidur ku.
Di kamar yg gelap ini hanya suara jarum jam yg terdengar menemaniku. Tak ada lagi kehangatan suaranya yg berisikan sayang.
Terlintas di benak segala kenangan indah dengannya. Membawa airmata ini semakin jatuh menetes.
Ia yg dulu memberi cinta, ia pula yg pergi membawa cintanya.
Oh ya Tuhan, betapa sakit yg ku rasa. Ia yg ku sayang, ternyata menyayangi yg lain, masa lalunya.
Betapa hancur hati ini kala itu. Hanya air mata yg setia datang membasahi pipiku.
Tak ingin hati tuk melepasnya pergi.
Andai ia tahu betapa ku menyayanginya.
Andai ia tahu betapa ku tak ingin kehilangannya.
Tuhan,,, aku gak kuat... kenapa masalah bertubi-tubi datang tiada henti.
Seperti hujan, masalah demi masalah membanjiri hidupku.
Mulai dari mama yg jatuh dan lumpuh, masalah dgn abgku, ditambah lg aku yg blm juga mendapatkan pekerjaan, kemudian di tambah dengan masalah penyakit parah di tubuh kaka ku, dan kini yg membuat ku semakin tidak sanggup ialah dia yg kusayangi telah berubah hatinya tak lagi seperti dulu.
Setelah ini, apa lagi ya Tuhan? Begitu sayangnya kah Kau padaku hingga Kau ijinkan aku di titik terendah dlm hidupku???
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Tes
Maafkan ku bantal, kau basah karna air mata ini.
Senin, 23 Januari 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
Ingin ku tahu... Tapi ku enggan bertanya Karna ku takut Jawabmu kan menyakitkanku...
-
Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar