5 Januari 2017.
Ku terdiam dalam hiruk - pikuk kota.
Mengamati setiap insan yg berlalu - lalang
Dipinggir jalan, di bawah halte, siang itu entah apa yg terjadi di hatiku.
Bergejolak tak karuan ingin menumpahkan semua air mata.
Begitu banyak duri tertusuk di daging. Ingin ku cabut semuanya, namun ku malah berdarah.
Ke atas ku menatap, hamparan gedung2 pencakar langit hiasi kota.
Ingin ku berada disana, tapi apalah daya di bawah halte ku bersajak.
Oh kota, sibukmu ingin ku raih, gerakmu ingin ku dapat.
Bersabar, mungkin itu yg Tuhan mau.
Tapi sampai kapan?
Dimana insan ini harus berada?
Bagai musafir ia berkeliling kota
Mencari sebiduk gerak kota
Akh, insan, kuatkan hatimu
Sendu pasti berlalu
Kelak kau kan terharu
Bila telah tiba sang waktu
Dan pastikan kau disitu
Di bawah halte itu
Selasa, 21 Februari 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
Ingin ku tahu... Tapi ku enggan bertanya Karna ku takut Jawabmu kan menyakitkanku...
-
Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar