Rabu, 06 Maret 2013

Nama

                Nama adalah sebuah identitas seseorang atau suatu benda. Setiap sesuatu pasti memiliki nama, apakah nama tersebut sudah ada sejak awalnya atau diberikan oleh seseorang yg menemukan atau yang memiliki. Adapula istilah yg mengatakan “apalah arti sebuah nama”. Ungkapan ini berarti suatu nama tidaklah penting tapi yg lebih penting adalah yg memiliki nama tersebut. Apapun pendapat seseorang tentang nama, itu adalah sebuah identitas yg dimiliki.
                Kali ini aku akan bercerita banyak tentang nama-nama ku. Nama-nama? Yaa, berarti ada lebih dari satu nama. Sengaja aku menulis artikel ini bukan untuk memamerkan siapa “aku” atau untuk suatu alasan “narsis” atau apalah itu. Namun aku menulisnya untuk menggambarkan “aku” dimata mereka sekelilingku karna bukan “aku” yg menamai aku tapi merekalah yg memberi nama tersebut kepada “aku”. Melalui tulisan ini aku juga bermaksud memberitahu bahwa aku mengakui semua nama yg ada pada diriku dan tidak ada satu namapun yg tidak “aku” akui. Beberapa temanku beranggapan bahwa aku tidak mengakui nama-namaku lantaran aku selalu menolak untuk dipanggil ini atau itu. Aku harap melalui tulisanku ini mereka akan mengerti alasan selama ini aku menolak dipanggil demikian, walaupun tidak semua alasan kutuliskan disini.
                Aku terlahir dengan nama “Yulita Lamtiur Saroha Saragih Turnip”. Itu lah nama yg tertera di akte lahir ku. Yulita yg diambil dari bulan lahirku yaitu bulan Juli. Lamtiur (batak) berasal dari kata lam yg berarti semakin dan tiur  yg berarti terang,  jika digabung artinya menjadi semakin terang. Kemudian Saroha (batak)berasal dari kata sa yg berarti satu dan roha yg berarti hati, ika digabung menjadi sehati. Tentu orang yg memberi ku nama Lamtiur Saroha memiliki alasan khusus mengapa nama itu diberikan kepadaku. Alasan yg aku tahu adalah sebelum aku lahir kondisi keluargaku tidak “Lamtiur Saroha” tetapi ketika aku lahir keadaan tersebut berubah menjadi baik. Oleh karena itu aku diberikan nama tersebut berharap aku akan terus membawa keadaan yg “Lamtiur Saroha”. (aminnnnnn)*walau sedikit geer.. hahaha. Selanjutnya namaku adalah Saragih Turnip. Untuk nama yg satu ini aku tidak akan panjang lebar menjelaaskan artinya, karna artinya dalah marga dalam suku batak.
                Seiring berjalannya waktu aku pun mendapat nama-nama panggilan dari orang-orang. Selanjutnya adalah nama-nama panggilan ku yg diberikan oleh orang-orang sekelilingku, baik itu teman, saudara, tetangga, dll. Ada banyak nama panggilan yang aku miliki namun aku akan menjelaskan satu persatu asal mula nama tersebut, siapa yg memberikan nama tersebut dan arti namanya.
                “aku”  sejak kecil sudah dipanggil “juli” oleh keluargaku. Itu adalah panggilan yg mudah bagi lidah mereka karna akan lebih sulit untuk memanggil “yuli”.  Waktu kecil juga aku memiliki nama “ade i” nama itu aku miliki karna ketiga kk dan abang ku mereka memiliki nama yg berakhiran “i” sedangkan aku tidak, namun mereka mempunyai panggilan yg hanya satu huruf seperti “kk E”, “kk A” dan “aku” ade I. Selain itu waktu SMP “aku” juga memiliki nama “Tomat”. Nama ini diberikan oleh temanku, ia menamai “aku” tomat lantaran bentuk muka ku yg seperti tomat (bulet). Karna tidak terima dinamai “tomat” lalu kunamai saja dia “Cabe” kebetulan tubuhnya tinggi dan kurus seperti cabe kriting. Hahahaha... teman-teman di kelas suka mengejek kita dengan kata “sambel”. Dari semua nama yg “aku” miliki sebenernya nama itu yg paling berkesan bagiku... J
                Selain “tomat” aku juga punya nama “ta-ta”. nama itu sebenernya tidak ditujukan kepadaku tapi aku dan temanku menujukannya kepaa orang lain. Nama itu mempunyai kisah tersendiri bagiku yg jika kuceritakan disini tidak akan muat. Hahaha... J singkat cerita nama itu adalah “umpatan” agar orang tidak mengenal siapa yg kita bicarakan (ketika itu ada masalah yg tdak bisa aku ceritakan). Lama kelamaan “aku” sadar bahwa bukan Cuma “dia” yg memiliki akhiran “TA” dalam namanya, ada 5 orang. Dan kami pun menamai diri kami “ five-TA” yg terdiri dari filanta, ranita, yunita, novita, dan yg pasti “aku” yulita (“dia” yg aku maksud pastinya ada diantara kelima nama2 tersebut). Sejak saat itulah aku memiliki nama “ta-ta”. Karena masalah diataslah yg membuatku selalu menolak untuk dipanggil “yulita” dan hanya orang-orang tertentu dalam hidupku yg bisa memanggil ku dengan panggilan “ta-ta” atau “yulita”.
                Itu ketika aku SMP lalu aku masuk SMA dan memiliki nama “rosalinda”.. :-D ... eiitss tunggu jangan langsung mengernyitkan dahi gitu tanda tidak cocok ... :-p
Nama itu diberikan oleh teman SMAku, lantaran ketika dia menanyaka namaku “aku” menolak untuk memberitahu nama asli ku (maksudnya sihh becanda bkn sombong). Kemudian entah siapa dan darimana ada yg berteriak “rosalindaaaa” . Karna agak bete nanya nama tapi gk dikasih tau yaudah dinamailah “aku” Rosalinda oleh dia. *miripp dikit kannn.... hahahah :-D... Selain Rosalinda “aku” dinamai “mbak yul” oleh temen-temen paskib SMA. Bahkan sampai saat ini mereka masih memanggilku dengan “mbak yul”
Nama lain yg aku miliki adalah “Juwita” yg diberikan oleh tetangga ku sewaktu aku masih kecil. “ita” diberikan oleh tetangga ku yg lain. “julita” yg menamainya adalah teman abangku, kemudian “lita” aku lupa siapa orang yg telah menamai itu. “aku” tidak tahu alasan mereka menamai ku sperti itu mungkin mereka tidak bisa bicara “yulita” dengan normal. Hahahah,,, Ada lagi “tu-ti” kepanjangan dari “tukang tidur”. Dari artinya saja pasti sudah tahu alasannya. :-D
Berikut adalah nama-nama panggilan yg aku miliki lamtiur, tiur, saroha, turnip. Mereka mengambil nama belakangku. Ohhh yaa hampir terlupakan, ada satu nama lagi yg menurutku perlu ditulis yaitu “ribka”. Ribka adalah nama baptisku. Jika digabung dengan nama lahirku menjadi “ribka yulita lamtiur saroha saragih turnip”. Cukup panjang juga ya namanya, sepanjang itulah perjalanan nama ku.
Nama apapun yg ingin kalian berikan kepadaku “aku” tidak akan menolak. Karna nama itulah yg menggambarkan “aku” dipikiran kalian. DAN Siapapun nama “aku” baik itu yulita, tiur, lita, ita, juwita, julita, ta-ta, ribka, tomat, rosalinda, ade i, tu-ti, juli, dll PLEASE CALL ME “YULI” without “TA”
That’s it. Enough.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...