Kaki-kaki mungil bertelanjang melangkah...
Menapaki panasnya aspal disiang hari
Tak dihiraukan kulit telapak yang terbakar parah
Menghampiri setiap lambang kemewahan yg berhenti
Tangan-tangan mungil mulai menari...
Bibir-bibir kecil mulai lirih bernyanyi...
Berharap akan jendela2 yg terbuka untuk memberi...
Namun yg didapat hanyalah...
"Dasar anak jalanan! SAMPAH MASYARAKAT! dimana orang tuanya?"
Terkadang...
"PERGI SANA! GEMBEL! Perusak pemandangan"...
Duduk, terdiam, dan termenung di pinggir jalan
Menahan lapar yg menderu di dalam perutnya
Menutup, matanya yg sayu...
Menghindari segumpal asap yg hitam
Menunduk kepalanya dan meratap
"Mentari kan terbenam, tapi sekeoping receh blm kudapat. Akankah esok ada untukku???"()
Menapaki panasnya aspal disiang hari
Tak dihiraukan kulit telapak yang terbakar parah
Menghampiri setiap lambang kemewahan yg berhenti
Tangan-tangan mungil mulai menari...
Bibir-bibir kecil mulai lirih bernyanyi...
Berharap akan jendela2 yg terbuka untuk memberi...
Namun yg didapat hanyalah...
"Dasar anak jalanan! SAMPAH MASYARAKAT! dimana orang tuanya?"
Terkadang...
"PERGI SANA! GEMBEL! Perusak pemandangan"...
Duduk, terdiam, dan termenung di pinggir jalan
Menahan lapar yg menderu di dalam perutnya
Menutup, matanya yg sayu...
Menghindari segumpal asap yg hitam
Menunduk kepalanya dan meratap
"Mentari kan terbenam, tapi sekeoping receh blm kudapat. Akankah esok ada untukku???"()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar