Rabu, 16 November 2011

Di Pundaknya

Duduk termenung...
Dalam panas yg terik, ia menatap jalan2 yg sesak
Matanya yg mulai sayu menahan asap motor
Nafasnya mulai terengah m'hirup asap mobil
Jari2 lentiknyapun beranjak menutup hidung sang anak
Telapak kakinya merintih kepanasan menahan aspal jalanan
Kecrekan jelek bertahta di tangannya
Bocah kecil menangis dalam gendonganya
Kain panjang utk m'gendong diikat kencang di pundaknya...

Di pundaknylah beban kehidupan ini...
Dipundaknyalah terikat kain tuk menahan sang anak...
Di pundaknyalah si bocah b'harap sesuap nasi...
Di pundaknyalah tmp merintih & menangis si anak
Hingga hari mulai gelap & sepi
Pundak sang ibu tetap menopang dgn sejati utk hidup sang anak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...