Meski baru mengenalmu ku telah jatuh hati
padamu. Sungguh sangat disayang, cinta datang di waktu yang tak tepat, ternyata
kau t’lah dimilikinya. Ku tak akan merebutmu dari dirinya walau besarnya
kasihku padamu, meski ku sangat berharap dapat memiliki dirimu. Kan ku biarkan
senyummu menari bersama dirinya dan ku kan sembunyikan setiap air mata ini dari
mu.
Terkadang ku bermimpi akulah yg berada
disampingmu bukan dirinya. Namun apa dayaku, kau tetap menggenggam erat
tangannyaa disaat diri ini semakin terjatuh.
Memang harus ku akui, aku t’lah
terbakar cemburu saat melihat kau dengannya. Tapi tak bisakah kau rasakan
sedikitpun perasaan ini? Tak mampukah kau menyadari betapa ku mengharapkan
cintamu? Tak tahukah kau hati ini milikmu seorang?
Harus kusadari ku tak mungkin memilikimu
yang t’lah dimiliki olehnya dan kaupun tak mungkin membagi cintamu
denganku. Namun satuhal yg harus kau
ketahui bahwa cintaku lebih besar dibanding cintanya dan tak mungkin kau dapat
dari siapapun. Kupastikan selain diriku tak ada yg mampu mencintaimu seperti
diriku. Cinta ini bukanlah masalah memiliki atau dimiliki tapi ini adalah
masalah waktu. Diriku yg tak lebih dulu mengenal dirimu sebelum kau kenal
dirinya.
Egoiskah aku jika ku menunggu mu dalam
kesakitanku? Atau bodohkah diri ini yg mengharapkan dirimu datang kepadaku?
Sebab hanya dirimu yg mampu membuatku mengerti arti sebuah cinta saat ku mulai
membuka hati ini. Kau yg tak akan pernah terganti tetap menatap matanya dengan
kemesraan tanpa kau sadari disini mataku berlinang air mata.
Pergilah kasih bersama dia yg mencintai
dirimu dan tinggalkanlah aku bersama dengan waktu yg menyiksa ini. Biarlah
perasaan ku ini ku kubur sedalam-dalamnya di dasar samudra hatiku agar tak ada
seorangpun tahu tak terkecuali dirimu. Karna saat kau mengetahuinya, semuanya
telah terlambat. Kau telah memiliki dirinya dan tak mungkin menyakiti hatinya
seperti hatiku sekarang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar