Hari ini adalah hari yang
tak akan pernah aku lupakan semumur hidupku karna aku mendapat pengalaman yang
baru pertama kali ku alami. . . dan mungkin aku adalah orang yang sangat
beruntung bisa mengalaminya dibanding teman2ku yang lainnya.
Seperti biasa saat
memulai pagi selalu ku awali dengan doa dan firman Tuhan (saat teduh). Namun
yang membedakannya dari hari-hari sebelumnya adalah hari ini aku harus pergi ke
Menara Multimedia yang berada di Kebun Sirih. Aku pergi kesana dalam rangka diadakannya
EBIS SUMMIT Telkom DBS, atau bahasa kerennya Enterprise & Business summit
Telkom DBS. Karna aku sedang menjalankan
Praktek Kerja Lapangan di Telkom khususnya bagian kesekretariatan jadi aku
harus datang kesana.
Hal inilah yang membuatku
merasa sangat beruntung dibanding teman-teman ku yg lain yg sudah atau sedang
menjalankan PKL. Disaat teman-temanku hanya menjalankan PKL seperti biasanya
(flat) tetapi aku tidak, terbukti dari hal yg tadi aku ceritakan di atas, aku
aku bisa datang ke acara besar Telkom dan dapat bertemu dengan orang-orang
penting di negeri ini yg tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini.
Perjalananku menuju
tempat tujuanku tidaklah mudah karena sesungguhnya aku belum pernah ke tempat
itu. Pagi pagi sekali sekitar pukul enam kurang aku sudah berangkat dari rumah
menuju halte busway terdekat. Ketika aku tanya petugas busway disana dimana
letak kebon sirih ternyata mereka tidak tahu. Akhirnya aku bertanya pada
petugas yag ada di dalam bis, untunglah dia tahu. Dia mengatakan aku harus
transit di BNN menuju harmoni kemudian naik busway menuju blok M.
Huuuuhhhffftttt agak
ribet yaa, eiittss tunggu dulu itu belum seberapa.
Lanjut setelah aku
melewati macet dan desak-desakkan di bis akhirnya aku tiba di BNN dan lagi-lagi
harus bersabar dan berdeak-desakkan menunggu bis menuju harmoni. Namun sebelum
naik bis aku kembali bertanya kepada petugas yg ada, dan ternyata benar aku
harus ke harmoni kemudia naik busway menuju blok M.
Setelah masuk ke dalam
bus permasalahan berikutnya dalah aku tidak tahu dimana percisnya letak menara
multimedia itu. Akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya pada penumpang
disebelahku. Huuhh sungguh sangat apes diapun tidak tahu. Bis ku pun melaju
memasuki kawasan kampung melayu dan yg kutemui adalah hal sungguh tidak enak.
Disaat kaki ini mulai pegal karena berdiri di bis aku pun harus merasakan macet
lagi karena adanya tenda2 pengungsi korban banjir yg dipasang di jalan.
Alhasil, dengan bersabar-sabar penuh di dalam bis aku sampai juga di harmoni
Puji Tuhan...... J
Eeiittsss tp jangan
seneng dulu, perjuangan ku belum selesai sampai disana. Di harmoni hampir saja aku salah antrian yg
seharusnya aku menuju blok M aku malah yg menuju Kota. Untung aku tanya lagi ke
petugas yg ada jadi tidak salah naik bis. Gk tau deh apa jadinya kalo salah
naik bis. Dan yg lebih beruntungnya lg petugas itu tau kmn arah kebon sirih
walaupun tidak tahu dmn letak menara Multimedia itu. Ia menjelaskan bahwa aku
harus turun di hakte Sarinah.
Degan penjelasan dari
petugas busway aku pun menuju sarinah. Sesampainya disana aku kembali bertanya,
kali ini aku tanya tukang koran yg ada disana karna petugas busway nya sedang
sibuk. Lagi-lagi jawaban “tidak tahu” aku terima, ia pun memanggil petugas
busway untuk bertanya. Dannn baguslah kali ini petugasnya tahu, ia menjelaskan
ternyata aku harus balik arah ke halte BI. Untuk menuju kehate tersebut aku
harus turun di halte sebelumnya yaitu halte Monas dan baru menuju halte BI
karena sedang ada perbaikan jalan di Halte BI. Terbayang dalam benakku betapa
susahnya perjalanan ini, aku harus bolak balik halte busway yg harus mengantri,
berdesak-desakkan dan berdiri lama. Tapi mau gimana lagi, aku sudah telanjur
jalan dan tidak mungkina aku pulang. Di bis aku bertanya kpd penumpang yg ada
dmn letak menara multimedia itu. Again again and again mereka menjawab “yahh
gak tau mba”
Okelah... the strugle
must go on.
Tiba di halte BI,
bertanya LAGI pd petugas yg ada walaupun sempet bingung dan tidak tahu dmn
menara multimedia itu, setidknya dia bisa memberitahuku letak jalan kebon sirih
itu. “Mba, nanti jalan lurus kesana, ada lampu merah, belok kiri, nah sepanjang
jalan itu jl kebon sirih, mba. Mba tinggal cari aja menaranya dmn.”
Okelah pikirku, dengan
rasa di kaki yg pegel ditambah kaki ku yg sakit krn harus memakai sepatu
pantofel aku berjalan terus menelusuri jl. Kebon sirih. Jalan terus dan terus
jalan lurus. Bertemu orang aku bertanya letak menara multimedia, dijawab “gk
tau, mba”
Next go on... jalan terus
jalan lurus terus jalan, kaki yg pegel, telapak kaki yg sakit krn sepatu
menemani langkah demi langkah perjalananku. Kumelihat gedung2 tinggi berbaris
rapi disampingku dengan satpam yg siap sedia menjaga tanpa lelah. Kembali aku
bertanya lagi dan jawaban yg sama ku dapat “tidak tahu” setelah berjalan jauh
tak juga kelihat gedung ini.terlihat jelas oleh ku gedung MNC. Bertanya lagipada
orang yg kutemui di jalan dan mrk tidak tahu juga. Terus berjalan lurus jalan
terus... dan Puji Tuhan orang yg ku
tanya kali ini tahu tempatnya. Dengan sisa tenaga yg ada dan penghabisan di
ujung semangat aku memasuki gedung tersebut.
Dalam hati: “thanks
Gooooddd, sampai juga.”
Satpam disana dan
beberapa orang yg sedang hilir mudik menatapku dengan aneh secara penampilanku
yg dari rumah terlihat rapi kini berubah menjadi acak-adul tak karuan. Seperti
prinsip yg ku pegang sekali melangkah pantang mundur. Dengan perasaan deg2an,
nervous aku naik ke lantai 3.
Teng teng... lift
menunjukkan angka 3, akupun keluar dan perjuangan dimulai. Rasa puas timbul
dibenakku. Kini aku sudah mendapatkan tempat tujuanku. Dan ku yakin apa yg
kulakukan ini tidaklah sia2....
Acara besarnya ternyata
sudah berjalan sekitar 15 menit sebelum datang, aku melihat semua orang sangat
sibuk. Dengan segenap tenaga dan pikiran yg ku miliki, aku membantu mereka yg
adalah orang-orang yg memmbimbingku selama aku PKL.
Sungguh sebuah pengalaman
yg luar biasa aku bisa bertemu orang2 yg luar biasa di negeri ini, para putra
terbaik yg dimiliki oleh bangsa ini. Setiap keringat dan kesusahan selama
perjalanan sudah terbayarkan sekarang dan aku beruntung mengalami itu semua. .
.
Terbesit dalam benakku
suatu saat mereka akan terus bertambah tua dan berhenti bekerja ketika itulah
aku yg akan meneruskan perjuangan mereka dan meraih kesuksesan lebih dari
mereka.
Ketika kita berada di
bawah mungkin kita harus bersusah-susah dahulu untuk dapat menaiki anak tangga
demi anak tangga hingga akhirnya kita berada di puncak. Namun percayalah setiap
perjuangan dan proses yg kita lewati pasti memberikan kepuasan yg tak ternilai
ketika berada di puncak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar