Senin, 03 Februari 2014

great PKL


Hari ini adalah hari yang tak akan pernah aku lupakan semumur hidupku karna aku mendapat pengalaman yang baru pertama kali ku alami. . . dan mungkin aku adalah orang yang sangat beruntung bisa mengalaminya dibanding teman2ku yang lainnya.
Seperti biasa saat memulai pagi selalu ku awali dengan doa dan firman Tuhan (saat teduh). Namun yang membedakannya dari hari-hari sebelumnya adalah hari ini aku harus pergi ke Menara Multimedia yang berada di Kebun Sirih. Aku pergi kesana dalam rangka diadakannya EBIS SUMMIT Telkom DBS, atau bahasa kerennya Enterprise & Business summit Telkom DBS.  Karna aku sedang menjalankan Praktek Kerja Lapangan di Telkom khususnya bagian kesekretariatan jadi aku harus datang kesana.
Hal inilah yang membuatku merasa sangat beruntung dibanding teman-teman ku yg lain yg sudah atau sedang menjalankan PKL. Disaat teman-temanku hanya menjalankan PKL seperti biasanya (flat) tetapi aku tidak, terbukti dari hal yg tadi aku ceritakan di atas, aku aku bisa datang ke acara besar Telkom dan dapat bertemu dengan orang-orang penting di negeri ini yg tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini.
Perjalananku menuju tempat tujuanku tidaklah mudah karena sesungguhnya aku belum pernah ke tempat itu. Pagi pagi sekali sekitar pukul enam kurang aku sudah berangkat dari rumah menuju halte busway terdekat. Ketika aku tanya petugas busway disana dimana letak kebon sirih ternyata mereka tidak tahu. Akhirnya aku bertanya pada petugas yag ada di dalam bis, untunglah dia tahu. Dia mengatakan aku harus transit di BNN menuju harmoni kemudian naik busway menuju blok M.
Huuuuhhhffftttt agak ribet yaa, eiittss tunggu dulu itu belum seberapa.
Lanjut setelah aku melewati macet dan desak-desakkan di bis akhirnya aku tiba di BNN dan lagi-lagi harus bersabar dan berdeak-desakkan menunggu bis menuju harmoni. Namun sebelum naik bis aku kembali bertanya kepada petugas yg ada, dan ternyata benar aku harus ke harmoni kemudia naik busway menuju blok M.
Setelah masuk ke dalam bus permasalahan berikutnya dalah aku tidak tahu dimana percisnya letak menara multimedia itu. Akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya pada penumpang disebelahku. Huuhh sungguh sangat apes diapun tidak tahu. Bis ku pun melaju memasuki kawasan kampung melayu dan yg kutemui adalah hal sungguh tidak enak. Disaat kaki ini mulai pegal karena berdiri di bis aku pun harus merasakan macet lagi karena adanya tenda2 pengungsi korban banjir yg dipasang di jalan. Alhasil, dengan bersabar-sabar penuh di dalam bis aku sampai juga di harmoni
Puji Tuhan...... J
Eeiittsss tp jangan seneng dulu, perjuangan ku belum selesai sampai disana.  Di harmoni hampir saja aku salah antrian yg seharusnya aku menuju blok M aku malah yg menuju Kota. Untung aku tanya lagi ke petugas yg ada jadi tidak salah naik bis. Gk tau deh apa jadinya kalo salah naik bis. Dan yg lebih beruntungnya lg petugas itu tau kmn arah kebon sirih walaupun tidak tahu dmn letak menara Multimedia itu. Ia menjelaskan bahwa aku harus turun di hakte Sarinah.
Degan penjelasan dari petugas busway aku pun menuju sarinah. Sesampainya disana aku kembali bertanya, kali ini aku tanya tukang koran yg ada disana karna petugas busway nya sedang sibuk. Lagi-lagi jawaban “tidak tahu” aku terima, ia pun memanggil petugas busway untuk bertanya. Dannn baguslah kali ini petugasnya tahu, ia menjelaskan ternyata aku harus balik arah ke halte BI. Untuk menuju kehate tersebut aku harus turun di halte sebelumnya yaitu halte Monas dan baru menuju halte BI karena sedang ada perbaikan jalan di Halte BI. Terbayang dalam benakku betapa susahnya perjalanan ini, aku harus bolak balik halte busway yg harus mengantri, berdesak-desakkan dan berdiri lama. Tapi mau gimana lagi, aku sudah telanjur jalan dan tidak mungkina aku pulang. Di bis aku bertanya kpd penumpang yg ada dmn letak menara multimedia itu. Again again and again mereka menjawab “yahh gak tau mba”
Okelah... the strugle must go on.
Tiba di halte BI, bertanya LAGI pd petugas yg ada walaupun sempet bingung dan tidak tahu dmn menara multimedia itu, setidknya dia bisa memberitahuku letak jalan kebon sirih itu. “Mba, nanti jalan lurus kesana, ada lampu merah, belok kiri, nah sepanjang jalan itu jl kebon sirih, mba. Mba tinggal cari aja menaranya dmn.”
Okelah pikirku, dengan rasa di kaki yg pegel ditambah kaki ku yg sakit krn harus memakai sepatu pantofel aku berjalan terus menelusuri jl. Kebon sirih. Jalan terus dan terus jalan lurus. Bertemu orang aku bertanya letak menara multimedia, dijawab “gk tau, mba”
Next go on... jalan terus jalan lurus terus jalan, kaki yg pegel, telapak kaki yg sakit krn sepatu menemani langkah demi langkah perjalananku. Kumelihat gedung2 tinggi berbaris rapi disampingku dengan satpam yg siap sedia menjaga tanpa lelah. Kembali aku bertanya lagi dan jawaban yg sama ku dapat “tidak tahu” setelah berjalan jauh tak juga kelihat gedung ini.terlihat jelas oleh ku gedung MNC. Bertanya lagipada orang yg kutemui di jalan dan mrk tidak tahu juga. Terus berjalan lurus jalan terus...  dan Puji Tuhan orang yg ku tanya kali ini tahu tempatnya. Dengan sisa tenaga yg ada dan penghabisan di ujung semangat aku memasuki gedung tersebut.
Dalam hati: “thanks Gooooddd, sampai juga.”
Satpam disana dan beberapa orang yg sedang hilir mudik menatapku dengan aneh secara penampilanku yg dari rumah terlihat rapi kini berubah menjadi acak-adul tak karuan. Seperti prinsip yg ku pegang sekali melangkah pantang mundur. Dengan perasaan deg2an, nervous aku naik ke lantai 3.
Teng teng... lift menunjukkan angka 3, akupun keluar dan perjuangan dimulai. Rasa puas timbul dibenakku. Kini aku sudah mendapatkan tempat tujuanku. Dan ku yakin apa yg kulakukan ini tidaklah sia2....
Acara besarnya ternyata sudah berjalan sekitar 15 menit sebelum datang, aku melihat semua orang sangat sibuk. Dengan segenap tenaga dan pikiran yg ku miliki, aku membantu mereka yg adalah orang-orang yg memmbimbingku selama aku PKL.
Sungguh sebuah pengalaman yg luar biasa aku bisa bertemu orang2 yg luar biasa di negeri ini, para putra terbaik yg dimiliki oleh bangsa ini. Setiap keringat dan kesusahan selama perjalanan sudah terbayarkan sekarang dan aku beruntung mengalami itu semua. . .
Terbesit dalam benakku suatu saat mereka akan terus bertambah tua dan berhenti bekerja ketika itulah aku yg akan meneruskan perjuangan mereka dan meraih kesuksesan lebih dari mereka.
Ketika kita berada di bawah mungkin kita harus bersusah-susah dahulu untuk dapat menaiki anak tangga demi anak tangga hingga akhirnya kita berada di puncak. Namun percayalah setiap perjuangan dan proses yg kita lewati pasti memberikan kepuasan yg tak ternilai ketika berada di puncak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...