Senin, 03 Februari 2014

Menulis Adalah Duniaku


Menulis adalah duniaku...
Dengan menulis ku dapat ungkapkan semua yg tak dapat terungkapkan dengan mulut
Kesenanganku terhadap tulisan sudah sejak aku duduk dibangku SMP tepatnya kelas satu. Saat itu aku adalah anak yg dapat dikatakan pendiam dan tidak banyak berteman dengan orang lain. Waktu untuk istirahat banyak kuhabiskan di perpustakaan. Disana kumenemukan hobiku yaitu membaca bahkan buku-buku yg berbahasa kelas tinggi hingga buku2 “ece2” sudah pernah ku baca.
Suatu saat ketika aku di perpustakaan aku menemukan sebuah majalah (lupa nama majalahnya). Majalah tersebut adalah majalah yg berisi karya2 sastra yg luar biasa indah kata2nya. Aku begitu kagum pada puisi2 yg ku baca di majalah tersebut. Terlintas dalam benakku ku ingin bisa menulis puisi. Semenjak saat itu aku mulai mengagumi karya2 sastra khususnya puisi.
Keesokan harinya, aku kembali lagi ke perpustakaan dan ku bawa secarik kertas dan pulpen. Aku mulai menulis puisi yg ada di majalah tersebut ke dalam kertasku. Betapa ku kagum dengan bahasa dan pemilihan kata yg ada di dalam puisis tersebut. Lama kelamaan aku makin terbiasa menulis puisi yg ada di majalah tersebut ke dalam kertas file ku. Semakin hari aku semakin tertarik dengan tulisan. Aku pun selalu menunggu datangnya majalah sastra yg baru.
Beranjak naik ke kelas dua ku semakin mencintai hobi membacaku. Aku bisa dikatakan anak yg sangat pendiam, setiap hari hanya menghabiskan waktu sendiri di perpustakaan untuk membaca dan belajar. Orang2 menyebutku kutu buku.tidak banyak bergaul dengan teman2ku yg lain dan menutup diri.  Namun dari buku2 yg ku baca tersebut ku ingin sekali bisa menulis.
Akhirnya aku pun mulai memberanikan jemari ini untuk menulis. Aku tidak dapat ingat kapan percisnya pertama kali ku mulai menulis, tapi yg pasti sedari kecil ku mencintai dunia membaca dan sejak kelas satu SMP ku mencintai dunia sastra khususnya puisi.
Memasuki masa SMA tulisan2 puisiku sudah semakin banyak. Awalnya hanya berupa puisi2 rohani, namun lama kelamaan berubah haluan menjadi pusisi cinta bahkan terkadang aku menulis dengan tema yg berbeda...
Inspirasi ku dalam menulis kudapat dari mana saja. Saat melihat awan, pemandangan, orang2 di jalan, saat ku berjalan, saat ku terdiam, saat ku terduduk, saat ku menyendiri, saat dimana saja dan kapan saja. Bahkan terkadang justru pengalam pribadiku menjadi inspirasi terbesarku dalam menulis. Dan ketika inspirasi itu datang dalam pikiranku, segera ku ambil secarik kertas dan mulai ku ayunkan jemari ini.
Apa yg ku tuliskan adalah apa yg ku pikirkan dan rasakan.
Disaat lidah ini mulai kelu untuk berbicara dan kata2 kata sulit untuk diucapkan, ungkapkanlah semua yg ingin kau ungkapkan semuanya itu dengan tulisan. Karena terkadang orang sulit untuk bisa mendengar dan mengerti apa yg kita katakan. Juga, tidak semua orang mendengar apa yg kita katakan dengan lidah. Oleh karena itu, tulislah dalam tulisanmu dan biarkan dunia membacanya dan mengertinya dengan pemahaman mereka. Jangan pernah paksakan mereka untuk selalu mendengar apa yg kita ucapkan.
“Kata yg diucapkan akan berlalu bersama angin yg membawanya namun kata yg dituliskan tidak akan hilang sekalipun angin menerbangkan kertas itu dan api membakarnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...