Senin, 19 Desember 2011

Share to Others

Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak berbeda dibanding TBP2 yg pernah dilakukan sebelumnya karna kali ini kita tidak hanya melakukan Persekutuan Doa (PD) tapi kita juga langsung m'aplikasikan tema kita yaitu dengan membagikan apa yg kita punya kepada sesama.  Yg aku tahu konsep seperti ini baru pertama kali dilakukan di TBP.

TBP di mulai dengan PD pada jam 16.30 setelah barang2 yg akan kita bagikan sudah dikumpul dr 2 hari yg lalu. Tapi sayangnya aku tidak dapat mengikuti PD karna hrs "Share to PKK" before "share to others". hehehe (maap yg tono-lamsa kita bolos TBP). Setelah itu, aku dan PKKku, kami pergi ke PMK karna share to others-nya akan segera dimulai. Aku bersama Tono temennya Lamsa, k'Tina si kacamata, k'Irene yg caem, dan Jojo gitarisku kami menyiapkan barang2 yg akan kita bagikan ke orang2 yg membutuhkan. Kami pun akhirnya pergi setelah selesai menyiapkan semuanya dan pastinya doa dulu.

Dalam perjalanan inilah aku banyak belajar ttg "share to others" yg sesungguhnya. Betapa tidak, dari awal keluar dr kampus kita harus mau korban dengan jalan kaki menuju BPKP (tmp target kita membagikan sembako). Rasa lelah setelah kuliah, rasa capek karna hrs berjalan jauh, rasa pegal karna barang yg kita bawa berat2, dan perasaan lain yg menyelimuti kita sama sekali tidak memadamkan api untuk membagikan sembako kepada mereka yg butuh. Awalnya kami sempat bingung kemana kami akan kasih sembako2 ini. Kami melihat ada tmp2 kumuh tapi rasa takut menyelimuti kami untuk kesana, apa respon mereka, atau apa yg akan mereka lakukan pada kami.
"Lu gih yg masuk, nanya."
"Gak akh gw takut"
"Sama aku juga takut kak"
"Ywdh tono aja, tono kan cowo." Akhirnya tono masuk. eehhmmm, ternyata itu bukan tempatnya. Kamipun melanjutkan perjalanan. Begitu tiba di BPKP kami langsung di kerubutin oleh ibu2 dan anak2 yg meminta2 kepada kami. Sebenernya kami bukannya tidak mau kasih tapi tujuan kami adalah yg ada di rumah2 kumuh. Namun sepanjang kami melewati rumah2 kumuh kami belum menemukan orang yg cocok. Tapi karna begitu banyaknya orang yg mengerubutin kami, akhirnya mereka kami berikan sesuatu.
"Tuhan tunjukkan orang2 yg tepat untuk kami beri"
Tidak lama kami berjalan, seorang ibu paruh baya, pakaian'y kotor, mukanya terlihat lesu, terlihat sedang merenung di dpn rumahnya yg sangat kecil sekali. Kamipun menghampiri ibu tersebut.
"Selamat sore ibu, Kami dr UNJ tepatnya dr PMK. iya ibu, dalam rangka menyambut natal kami ingin membagikan sebagian dr yg kami punya kepada orang2 sekitar kami." kata k'Tina memulai perkenalan. Sesekali kita coba jelaskan apa itu natal dan siapa Yesus kepada beberapa orang (tidak semua org yg nerima sembako mau dengar cerita ttg natal atau kelahiran Yesus).

"Ohh, iya neng" jawab ibu itu.
"Apakah ibu bersedia nerima yg kami akan kasih?" Tanya k'Tina
"Ibu sih nerima2 aja neng"
Sembvako itupun berpindah ke tangan ibu tersebut. Raut wajahnya yg lesu bnerubah menjadi senyum ceria ketika kami berfoto dgnnya.
Dari BPKP kami terus berjalan. Rasa capek dan pegal di kaki kami rasakan. "Wah ini mah bisa naik betis entar malem nih" kata k'Tina dan memang benar paginya aku dapet kabar lwt FB bahwa benar2 naik betis. Tapi tetep semangat untuk berbagi masih berkobar2 di dada kami.
Lumayan sih kaki ini capeknya, bayangkan saja dr UNJ (sekitar Jl. Pemuda) ke BPKP (daerah Pramuka) lalu ke Utan Kayu kemudian BNI (sekitar Jl. Rawamangun) dan seterusnya. Orang demi orang yg pantas menerima sembako Tuhan tunjukkan pada kami. Mulai dari, tukang asongan, penjaga kuburan, bapak2 tua, satpam yg naik sepeda, dll.

Kawan, jangan kira perjalanan kita mulus2 begitu saja, mulai dari minyak goreng tumpah karna gk ada tutupnya, nenteng sembako dan pakaian yg lumayan berat,  kebingungan cari orang sampai perjuangan menelusuri kuburan maghrib2. Langkah demi langkah kami lalui, jalan demi jalan kami lewati, sembako demi sembako kami berikan, tibalah saatnya kami memberi sembako yg terakhir. Kami ketemu seorang satpam yg sedang naik sepeda, dialah orang terakhir yg mendapatkan sembako.

Kami akhiri perjalanan kami dengan segelas es kelapa, itupun dibayarin tono karna tidak ada yg membawa duit diantara kami kecuali tono. Segelas es kelapa seperti oase di gurun pasir buat kami. Selesai minum kembali kekampus dan bertemu teman2 kami yg lebih awal selesai share to others-nya. Tahukah kawan, sungguh beruntungnya kelompok kami karna kami tidak mengalami penolakan seperti yg dialami kelompok lain.

Itulah sekilas ttg share to others, sebuah kegiatan yg baru pertama kali ku lakukan. Pengalaman yg memberiku banyak pelajaran tentang arti pengorbanan walau kecil yg kita korbankan dibanding Tuhan Yesus yg memberi nyawaNya untuk kita. Pengalaman ini juga mengajariku ttg arti kesabaran. Disaat kami harus terus berjalan kaki mencari orang yg berhak menerimanya, kami harus benar sabar dan menahan emosi.  Terlebih kami diajarkan kepekaan tehadap sesama. Kalau kami tidak diberi kepekaan sama Tuhan Yesus, bagaimana kami mampu menemukan orang2 yg Tuhan maksud?
Sebenarnya masih begitu banyak yg mau ku tulis teman2, tapi aku .... . daaaghhh dulu yaaa....
hahahahaha
:D

1 komentar:

  1. tono
    hahaha
    kocak dan bagus ceritanya :))
    maap yah baru baca :-p

    BalasHapus

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...