Mereka tak tahu, mereka tak mengerti... betapa rapuhnya diri ini. Orang lain hanya mengenal aku yg lucu, mereka hanya tahu aku yg ceria, suka tertawa, dan hal lain yg hanya luarnya saja mereka tahu. Namun dalamnya? mereka tak mengenalku. Betapa rapuhnya aku. jika diibaratkakan kapas yg basahpun tak mampu menggambarkan kerapuhan ini. Saat mata t'lah rusak karna air mata darah, saat keringat tlah berubah menjadi peluh-peluh darah dan saat aku yg akan menjumpai maut mungkin sat itulah ia kan mengerti betapa rapuhnya diri ini. Setelah semua penantianku telah kuselesaikan, akupun siap tuk menghabiskan diri ini yg rapuh...
RAPUH
Jumat, 03 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
5 Januari 2017. Ku terdiam dalam hiruk - pikuk kota. Mengamati setiap insan yg berlalu - lalang Dipinggir jalan, di bawah halte, siang ...
-
Bingung hendak menulis apa di blog ini. Orang-orang berkata jika hendak menulis, tulislah apa yg ada dalam hati maupun pikiranmu. Namun seka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar