Saat hari akan habis...
Awan telah menarik mentari ke barat
Duduk dengan setia
Nemelas, memohon, berdiam
Tiada kata, hanya mata yg sayu yg bicara
Memutar datang, memutar pergi, menggoyangkan rumput
Mata sayu itu terus bicara
"Ku butuh receh"
Berharap akan tangan2 yg melemparkan bintang
Hingga malam menyapa kelemahannya
Hanyalah roda-roda yg berputar yg ia dapat
Terkadang sampah, terkadang tawa hina, bahkan terkadang
Maut menantang di depan mata
Tibalah dingin menyelimuti hingga tulang2nya
Peperangan rasa sakit dimulai di perutnya dan sekujur tubuh
Terkulai lemah tak berdaya
Batu menjadi bantalnya
Trotoar menjadi alasnya
Tak sanggup lagi ia bertahan
Rintisan hujan menemani hembusan nafas terakhirnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo
Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...
-
Share to Others adalah tema yg diangkat dalam Temu Bina Pelayan (TBP) kali ini. Tepatnya pada Kamis, 15 Desember 2011. TBP kali ini agak ber...
-
Ingin ku tahu... Tapi ku enggan bertanya Karna ku takut Jawabmu kan menyakitkanku...
-
Pagi itu hujan deras tiada henti menutup mentari tuk memancarkan sinarnya. Begitu dingin yg kurasa hingga menusuk tulang. Setelah semalam ku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar