Rabu, 10 April 2013

KICAUAN RINTIHAN


Hari ini aku merasa lelah sekali. Hampir tiap hari aku melewati hari dengan berbagai kegiatan, rasanya aku sudah lelah dan capek. Melakukan ini melakukan itu semuanya ku lakukan. Dan hingga malam tiba semua rasa lelah itu menumpuk jadi satu menjulang seperti gunung. Badan ini rasanya hampir remuk. Mungkin terlalu berlebihan jika aku katakan aku sangat sangat sangat lelah sekali.
Lelah fisik, lelah jiwa dan perasaan. Terkadang aku merasa bosen menjalani hari-hari dengan rutinitas-rutinitas yg hampir sama, mulai dari kuliah, rapat panitia, kordinasi, nongkrong, dll. Ingin rasanya aku pergi jauh entah kemana untuk menenangkan diri ini dan untuk berhenti dari rutinitaas yg menyita waktu, tenaga dan pikiranku. Pergi ke tempat dimana orang tidak bisa tahu, tinggal dalam ketenangan walaupun sendiri, apakah itu mungkin yaa,,, rasanya kegiatan-kegiatan ini mengikatku kencang-kencang hingga ku sulit bergerak.
Tapi inilah kenyataan yg harus aku jalani, segudang kegiatan yg menyita waktu, tenaga, pikiran dan materi. Seperti burung yg dalam sangkar tertutup, seperti itu pula gambaran ku saat ini. Terkurung dalam banyaknya aktivitas yg sangat melelahkan. Terkadang kicauan burung sangat indah terdengar, tapi pernah sadarkah kita mungkin kicauannya ialah rintihannyanya untuk ingin terbang bebas di alam sana??? Sering kali aku bercakap manis layaknya wanita yg gembira, sering kali terdengar tariakan tawa dari bibir ku, tapi sadarkah mereka bahwa bisa saja itu sama seperti kicauan burung yg kita dengar. Merdu, tp sesungguhnya adalah rintihan.
Seandainya saja burung itu mampu melepaskan dirinya sendiri dari sangkar yg mengekangnya, pasti  kicauannya akan lebih indah dibanding ketika dalam kurungan. Namun tak ada seorangpun yg mengerti bahasa kicauan rintihan itu. Mereka hanya menikmati kicaunya yg merdu tanpa peduli apa yg sesungguhnya burung itu rasakan. Mereka hanya tau burung yaa harus dikurung untuk bisa dinikmati keindahannya. Tanpa mereka sadari bahwa kumpulan burung yg terbang bebas di awan akan jauh lebih indah dipandang dan suaranya pun akan jauh lebih merdu.
Itulah gambaran diriku saat ini. Aku hanya butuh sang pemilik ku melepaskan kurungan itu. Hingga nanti ku bisa terbang bebas  menghiasi langit biru. Namun selama ku masih menjadi burung dalam sangkar selama itu pula rasa lelah, jenuh, bosan dan capek akan terus menghantui hari-hari ini. Merintih, mengerang, teriak dalam kicauanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Kita di Batu, Malang, dan Bromo

Di blog gw kali ini, gw ingin cerita tentang perjalanan gw dan temen-temen ke Malang. Sebenernya banyak tempat wisata lain yang udah pernah ...